Ilustrasi

Polisi Tahan Anak Dibawah Umur Pemerkosa Bocah 10 Tahun

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kepolisian Sektor Kota Manokwari, Kamis (19/5), menahan seorang pria S (16) yang diduga melakukan pemerkosaan dan pencabulan terhadap KF, bocah berumur 10 tahun, setelah berhasil memperdaya korban dengan iming-iming uang Rp. 20 ribu.

S ditahan setelah digelandang oleh keluarga korban ke Polsek Kota Kamis siang. S diduga memperkosa KF di kios milik keluarga korban di sekitar Arfai pukul 22.00 WIT atau jam 10 malam, Rabu (18/5).

Sebelum diperkosa, S mengajak KF masuk ke dalam kios. Didukung situasi sekitar kios yang sepi ia secara tiba-tiba memadamkan lampu dan segera beraksi.

Namun belum beberapa saat ketika beraksi korban berteriak dan berlari menuju pintu rumahnya. Saat yang sama kakak korban kebetulan ada di depan pintu sehingga korban langsung melaporkan perbuatan S.

“Ketika ditanya kakaknya, korban mengaku dibawa oleh pelaku masuk ke dalam kios dengan diiming-imingi uang Rp 20 ribu yang nanti dikasih pada hari Jumat (20/5),” jelas Kanitserse Polsek Kota IPTU Limbong.

Kepolisian menyatakan pelaku kemungkinan akan dijerat dengan UU perlindungan anak, namun sebelum itu kepolisian akan berupaya memfasilitasi pihak keluarga dan korban dan pelaku untuk menyelesaikan masalah ini diluar jalur pengadilan.

Menurut Limbong, upaya menyelesaikan secara kekeluarga merupakan langkah pertama mengingat pelaku masih merupakan anak dibawah umur.

“Kita sudah menyurati Bapas (Balai Pemasyarakatan) untuk melakukan penelitian kemungkinan kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan (diversi),” ujarnya.

Ia mengatakan jika pihak keluarga korban mau menyetujui penyelesaian kasus ini diluar jalur pengadilan, maka kasus tersebut dianggap selesai, namun jika keluarga korban menuntut proses hukum maka yang bersangkutan akan diproses secara hukum.

Limbong mengatakan sepanjang tahun 2016 pihaknya menangani sejumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan iming-imingi sesuatu. Beberapa dari kasus tersebut diklaim telah dinaikkan ke pengadilan namun beberapa diantaranya diselesaikan diluar jalur pengadilan. (MAR)

Tinggalkan Balasan