ilustrasi

Anak Eks Bupati Raja Ampat Divonis 2,6 Tahun Penjara

SORONG, Cahayapapua.com—- Pengadilan Negeri Sorong Kamis, menjatuhkan vonis 2 tahun 6 bulan penjara terhadap Frangky Wanma, anak mantan bupati Raja Ampat, setelah resmi dinyatakan bersalah memiliki 2 gram sabu-sabu.

Hakim Gracelyn Manuhuttu yang memimpin sidang menyatakan selain vonis kurungan badan, Frangky juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 800 juta atau diganti kurungan badan tambahan selama 2 bulan.

Vonis 2 tahun 6 bulan penjara tersebut lebih rendah dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejari Sorong Pieter Louw yang menuntut terdakwa dengan 4 tahun penjara.

Dalam amar putusan, hakim menyatakan terdakwa terbukti mengkonsumsi sabu-sabu selama tiga tahun tanpa hak memiliki, menyimpan, menguasai dan menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman.

“Perbuatan terdakwa melanggar pasal 112 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata hakim.

Selain menjatuhkan pidana badan, barang bukti berupa 2 bungkus kecil sabu-sabu seberat 2 gram dan satu buah alat hisap (bong) dirampas untuk dimusnahkan.

Usai mendengar putusan hakim, terdakwa maupun jaksa penuntut umum menyatakan menerima putusan.

Meskipun kasus ini sudah dijatuhi vonis, ternyata masih meninggalkan permasalahan. Pasalnya penyidik Satuan Reserse Narkotika Polres Sorong disebut sedang menjalani pemeriksaan oleh Propam Polda Papua Barat terkait ketidaksesuaian jumlah barang bukti sabu saat diamankan dari tangan terdakwa dengan yang disebutkan didalam berkas acara pemeriksaan.

Tak hanya itu, dalam waktu dekat Propam Mabes Polri direncanakan akan melakukan pemeriksaan yang sama. Akankah ada pihak lain yang bermain dan terlibat soal berubahnya jumlah barang bukti saat penangkapan dengan yang ada di dalam BAP. (JOS)

Tinggalkan Balasan