Ibu Hamil, Bayi dan Balita Rentan Malaria

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com – Ibu hamil, bayi dan balita merupakan kelompok yang paling rentan terhadap penyakit malaria. Animea akibat malaria bisa menyebabkan kematian pada kelompok tersebut.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Papua Barat Victor Eka Nugraha, Senin (18/7), mengatakan, 54,1 persen kasus malaria di Papua Barat tahun 2015 didominasi oleh anak-anak usia nol hingga sembilan tahun.

Dia menyebutkan, kasus malaria di Papua Barat selama tahun 2015 mencapai 23.548 kasus. 12.729 diantaranya menimpa anak-anak.

“Sebanyak 27 dari 1000 penduduk Papua Barat mengidap malaria di tahun 2015. Mudah-mudahan tahun ini ada penuruan,” katanya.

Dia menjelaskan, malaria pada ibu hamil akan berakibat fatal jika yang bersangkutan mengalami anemia akibat malaria pada saat persalinan. Kematian bisa saja terjadi, jika saat persalinan mengalami pendarahan hebat dan tidak segera mendapat pertolongan medis.

“Anemia pada kehamilan juga bisa berdampak pada tidak optimalnya perkembangan janin. Keguguran, lahir prematur, lahir dengan berat kurang bahkan meninggal pada saat lahir,” katanya.

Dia menjelaskan, anima akibat malaria terjadi karena sel darah merah pada tubuh terinfeksi bacteri sporozoit yang masuk ke dalam tubuh melalui perantara nyamuk Anopheles.

“Bayi yang sering mengidap malaria bisa mengalami anemia yang mengakibatkan gangguan gizi dan pertumbuhan. Tanpa penanganan yang baik bisa berdampak pada kematian,” ujarnya lagi.

Victor mengutarakan, berbagai upaya telah dilakukan, yakni diagnosa dinai dan pengobatan secara tepat, penggunaan kelambu anti nyamuk, dan perlindungan personal melalui lotion anti nyamuk, penggunaan baju dan celana lengan panjang, serta menghilangkan tempat perindukan nyamuk serta upaya lainya.

Saat ini Dinas Kesehatan provinsi dan beberapa kabupaten pun telah menerapkan program Keluarga Bebas Malaria. Program ini menjadikan tiga fokus sasaran, yakni ibu hamil, bayi dan balita.

Program tersebut, lanjutnya, berupaya untuk mewujudkan tiga bebas bagi setiap keluarga, yakni bebas dari kekurang informasi malaria, bebas dari penggunaan kelambu yang tidak tepat, serta bebas dari ketidakpatuhan minum obat anti malaria. (IBN)

Tinggalkan Balasan