Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Foto : Ist

140 Penderita Katarak Ikut Operasi Gratis KNPI Papua Barat

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com– Memperingati Bulan Bakti Pemuda, DPD KNPI Papua Barat menggelar kegiatan operasi katarak gratis di RSUD Manokwari, Jumat (5/12/2014).

Operasi katarak ini dibuka oleh Gubernur Papua Barat yang diwakili staf ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Jaconias Sawaki. Turut dihadiri staf ahli menteri kesehatan Bambang Sumarjo, Ketua DPD KNPI Papua Barat, Hermus Indou serta sejumlah pejabat pemprov dan Direktur RSUD, dr Firman.

Ketua Panitia Kegiatan Sanusi Rahaningmas mengatakan, kegiatan operasi katarak gratis ini menghadirkan lima orang tim dokter khusus mata dari Bandung yang dibantu para tim medis dari RSUD Manokwari.

Dikatakan pendaftar sebanyak 314 orang, tetapi yang lolos pemeriksaan dan bisa dioperasi hanya sebanyak 140 orang. Sementara 15 orang yang lain akan mendapatkan rujukan ke rumah sakit yang memiliki alat medis lebih lengkap.

Peserta operasi katarak ini berasal dari Kabupaten Manokwari, Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan dan Kebar, Mubrani Amberbaken dan Snopi.

“Kami berharap program KNPI seperti ini kedepan bisa terus berjalan bukan hanya di Kabupaten Manokwari, tetapi juga di kabupaten lain yang membutuhkan,” kata Sanusi.

Anggota DPR PB asal PKB ini juga menyoroti soal minimnya tenaga ahli medis, terutama untuk mata. Diharapkan ada tindakan khusus dan cepat tanggap dari penerintah daerah untuk menangani masalah ini.

Sementara itu, staf ahli menteri kesehatan Bambang Sumarjo dalam sambutannya mewakili menteri kesehatan mengatakan, masalah katarak adalah salah satu isu kesehatan yang juga penting, karena ini menyangkut dengan masalah kebutaan.

Selain itu, dikatakan pula pemerintah pusat juga menyoroti dua hal penting terkait masalah kesehatan di Papua yakni masalah soal kematian ibu dan bayi juga soal ketersediaan tenaga medis di Papua yang amsih belum mendapatkan akreditasi.

“Hal ini yang akan menjadi konsentrasi pemerintah pusat untuk pembangunan kesehatan di wilayah Papua,” ungkapnya. | DINA RIANTI

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan