ilustrasi

BNN: Raja Ampat Rentan Jadi Lokasi Pengiriman Narkoba Lintas Negara

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Kepala Badan Narkotika Nasional BNN Wilayah Papua Barat Jekson Lapolanga menyatakan, Raja Ampat merupakan wilayah yang rentan terhadap peredaran narkoba.

Content Sponsored: Kapolda Papua Barat Rayakan Natal dengan Warga Sanggeng

Ia menyebut terbukanya daerah tersebut dan aktivitas turisme menjadikan daerah itu menjadi lokasi empuk para pelaku narkoba untuk memasukan barang haram itu.

Jekson mengatakan baru-baru ini pihaknya mengamankan pengiriman paket ganja jenis marijuana dari Spanyol ke Raja Ampat melalui salah satu resort sebanyak 74,1 gram.

“Memang dari sisi jumlah sedikit, tapi adanya kasus ini menandakan Raja Ampat sudah tidak steril lagi. Saya menduga masuknya paket dari Spanyol ini sebagai percobaan kalau ini sukses maka sudah barang tentu kedepan itu dalam skala dan jenis yang besar,” ujarnya.

Terlepas dari itu Jekson menyebut sejauh ini pihaknya telah mengamankan 128,682 gram sabu sedangkan ganja 79,94 gram serta ekstasi 101 butir.

“Kasus menonjol yakni menangani jaringan Jakarta- Manokwari dengan 101 butir pil ekstasi dan paket marijuana dari Spanyol ke Raja Ampat,” kata dia.

Sementara itu jumlah perkara yang ditangani BNN sebanyak 10 dengan 9 tersangka. Terdapat juga 35 orang yang menjalani rehabilitasi narkoba namun masih ada 38 yang belum melakukan rehabilitasi.

“Pengguna yang direhab diantaranya 6 orang perempuan dan 29 laki laki. Untuk kalangan anak usia 15 hingga 20 tahun terdapat 2 orang, sedangkan usia 21 hingga 30 terdapat 18 orang. Usia 31 hingga 40 ada 12 orang dan usia 40 tahun sebanyak 3 orang,” ujarnya. (MAR)

Tinggalkan Balasan