Narasumber dan moderator pada Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) DPC PMKRI Cabang Manokwari St. Thomas Villanova. LKK berlangsung selama empat hari di Pusdiklat Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Papua Barat.

18 Kader PMKRI Cabang Manokwari Lulus LKK

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Sebanyak 18 kader Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Santo Thomas Villanova lulus Latihan Kepemimpinan Kader (LKK)  yang berlangsung selama empat hari  dipusatkan di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Papua Barat.

Adapun tema kegiatan yaitu membentuk karakter kader militant dan sub tema: penguatan nilai intelektualitas, kristianitas dan fraternitas dalam menjawab dinamika sosial kemasyarakatan.

Ketua Panitia  Zakaris Wilil, Minggu (30/5/2017) menjelaskan, dari 26 peserta yang mengikuti kegiatan dinyatakan lulus 18 anggota tentunya dengan  persyaratan dan standar LKK yang telah ditentukan.

Ditambahkan kegiatan yang dilaksanakan sejak tanggal 28 hingga 30 april berjalan lancar dan didukung oleh senior, alumni dan pembina PMKRI serta pastor moderator juga pihak LSM, pemerintah dan TNI/Polri, dengan materi-materi yang dipersiapkan untuk menciptakan kader PMKRI yang militan di antaranya materi kepemimpinan transformatife, manajemen konflik, pemimpin yang melayani, wawasan kebangsaan dan perencanaan strategis.

Sementara itu Ketua Presidium PMKRI Cabang St. Thomas Villanova Manokwari Yuliana Mate menyampaikan terimakasih kepada peserta dan seluruh senior dan alumni serta pemateri dalam mendukung terlaksananya LKK PMKRI.

Mate juga menegaskan latihan kepemimpinan kader yang telah dilaksankan diharapkan dapat menciptakan kader PMKRI yang militan dan tentunya dapat menjadi kebanggaan tersendiri dalam melaksanakan gerakan kemasyarakatan  demi kesejahteraan masyarakat.

Dirinya berharap kedepan semakin banyak lagi minat pemuda Katolik yang tampil dan mempersiapkan diri dengan berlatih di dalam wadah PMKRI.

Pengurus Pusat PMKRI yang diwakili Komisariat Daerah Yusuf Hubi, menekankan kedepan PMKRI harus mencari model pelatihan kepemimpinan yang lebih mumpuni sehingga benar-benar akan melahirkan pemimpin baru yang berwawasan dan berkemampuan yang dapat diperhitungkan dalam memimpin di negerinya sendiri menuju kesejahteraan.

Hubi juga berharap setelah berakhirnya LKK tersebut agar dipersiapkan kader penerus serta siap mengikuti Konferensi Studi Regional (KSR) dalam waktu dekat.

Diakhir penutupan kegiatan, senior PMKRI  mewakili pembina, Yohanes Ada’ Lebang, dalam arahannya menjelaskan kader PMKRI yang lahir harus tampil dengan ciri khusus yang berdaya saing  dengan mengemban tugas kekatolikan dan fraternitas secara sungguh-sungguh.

Dijelaskan bahwa saat ini presiden telah mengeluarkan Inpres No 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental, yang berisikan semangat melayani, bersih, tertib, mandiri dan bersatu.

Hal ini menurut Lebang saatnya pemuda untuk melakukan perubahan mentalistas kearah yang lebih baik dengan apa yang telah dicanangkan presiden, tentunya segala isu-isu strategis di tanah ini harus menjadi ramuan setiap saat untuk menempa diri dengan melakukan perencanaan strategis, sehingga akan menjadi arah kebijakan organisasi maupun sumbangsih pemikiran kepada pemerintah daerah sebagai mitra.

Disamping itu, Lebang optimis PMKRI Manokwari kedepan akan lebih baik dan mengharumkan kehadiran organisasi ini didalam setiap aktivitasnya, tentunya dengan selalu memohon kekuatan dari Tuhan. (ACS)

Tinggalkan Balasan