ILUSTRASI

19 Maret, Pemungutan Suara Ulang di Moyeba

BINTUNI, Cahayapapua.com–Pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 1 Moyeba Distrik Moskona Utara akan dilaksanakan Sabtu (19/3/2016) mendatang. Penetapan PSU merupakan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara sengketa Pilkada di Kabupaten Teluk Bintuni.

Menurut Ketua KPU Teluk Bintuni, Ahmad Subuh Rafideso bahwa keputusan MK tersebut wajib dilaksanakan. KPU selaku termohon pada sengketa Pilkada mengaku tidak keberatan atas keputusan tersebut, bahkan siap melaksanakan dan mensukseskan PSU di Moyeba.“Sebagai termohon, itu sudah menjadi konsekuensi logis dan perintah undang-undang,” kata Ahmad Subuh.

Langkah yang telah dilakukan terkait pelaksanaan PSU, dikatakan bahwa KPU telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah terutama terkait dukungan anggaran. Karena sudah menjadi kewajiban pemda untuk membiayai pelaksanaan Pilkada.

Kewenangan KPU dalam pelaksanaan PSU di Moyeba, menurut Ahmad Subuh adalah terkait dengan pengadaan logistik, sosialisasi PSU kepada masyarakat, pembentukan panitia ad hoc (KPPS), Bimbingan Teknis kepada penyelenggara tingkat bawah, hingga distribusi logistik. Sementara pelaksanaan pemungutan suara ulang akan dilakukan oleh pantia ad hoc atau KPPS yang akan dibentuk.

Dijelaskan panitia ad hoc sengaja dibentuk untuk menggantikan KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) sebelumnya yang telah habis masa tugasnya. Dalam perekrutan panitia ad hoc atau KPPS yang baru dilakukan berbeda dengan sistem perekrutan sebelumnya.

“Kalau dulu, kita tidak turun langsung untuk merekrut melainkan meminta kepala kampung untuk rekomendasikan nama-namanya melalui PPS lalu di SK kan. Tapi sekarang KPU langsung turun ke Moyeba dan langsung merekrut dan men SK kan mereka (KPPS, red.),”terangnya.

Selanjutnya KPPS yang baru ini akan melaksanakan PSU di TPS 1 Moyeba Distrik Moskona Utara. Ahmad Subuh melanjutkan hasil perolehan suara pada pemungutan suara ulang di TPS Moyeba akan langsung dibawah oleh KPU ke Mahkamah Konstitusi di Jakarta.“Jadi proses pleno hasil di tingkat PPD, maupun KPU tidak lagi dilakukan. Nanti KPU akan mengantarkan hasilnya (PSU di TPS Moyeba, red) ke MK di Jakarta,” imbuhnya.

Ketua Panwaslu Teluk Bintuni, Corneles Trorba saat dikonfirmasi menegaskan bahwa pihaknya akan melaksanakan pengawasan terhadap semua tahapan PSU di TPS 1 Moyeba. Namun dalam melaksanakan tugasnya, diakui Panwas terkendala sulitnya akses transportasi menuju Moyeba Distrik Moskona Utara.

Oleh karena itu diharapkan kepada pemda untuk menunjang pelaksanaan tugas Panwas terkait PSU di Moyeba.Ia berharap pelaksanaan PSU dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dengan benar. Sesuai keputusan MK, PSU di Moyeba harus dilakukan dengan berpegang kepada prinsip-prinsip pemilihan umum yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. “One man one vote (satu orang satu suara),” tegasnya.Ia menegaskan pihaknya akan menjaga netralitas dengan tidak memihak kepada salah satu kandidat. Apalagi PSU di Moyeba menjadi pusat perhatian dari semua pihak.

Sementara itu Kapolres Teluk Bintuni, AKBP. Hary Supriyono menegaskan bahwa jumlah personil yang akan diturunkan untuk mengamankan PSU di Moyeba sebanyak 35 anggota yang terdiri dari, 13 personil kepolisian, 10 personil Brimob, 10 personil TNI dan dua orang perwira Polres.

Personil keamanan akan diberangkatkan ke Moyeba tujuh hari sebelum hari pemungutan suara ulang, 19 Maret mendatang. Keberangkatan ini bertujuan untuk mengetahui lebih dulu situasi dan kondisi di lapangan sebelum dilakukan PSU.

Segala kemungkinan yang bakal terjadi saat berlangsungnya PSU, menurut Kapolres sudah dilakukan antisipasi. “Semua sudah bekerja sesuai tupoksi masing-masing untuk amankan pelaksanaan PSU. Masyarakat diatas kan saudara-saudara kita,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan PSU di Moyeba dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku. Terkait adanya potensi konflik dalam suatu pesta demokrasi, menurutnya adalah hal yang biasa. Dalam melakukan pengamanan di Moyeba, dikatakan pada prinsipnya tidak ada kendala hanya faktor geografis yang sulit.

“Untuk mobilisasi pasukan ke Moyeba Distrik Moskona Utara akan menggunakan helikopter dan pesawat AMA. Soal ini kita telah koordinasi dengan pemerintah daerah,” pungkasnya. |ARI MURTI

Tinggalkan Balasan