Bupati Bersama Pejabat Pemprov Papua Barat Menjemput Pangdam XVII Cenderawasih di Bandara Rendani. Pangdam Datang Dalam Rangka Pembentukan Kodam Papua Barat

2015, Markas Kodam Papua Barat Dibangun di Manokwari

JAKARTA,CAHAYAPAPUA.com- Pembangunan markas Kodam Papua Barat yang rencananya dilakukan pada tahun 2016, dipercepat menjadi tahun depan di Manokwari.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Bramantyo di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa, 23 Desember 2014 menjelaskan, pembangunan Kodam baru Papua Barat yang bertempat di Kabupaten Manokwari dipercepat karena lahannya sudah siap.

Pembangunannya, bersamaan dengan Kodam baru di Tarakan, Kalimantan Utara.

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menambahkan, pembangunan Kodam baru itu didasarkan atas pertimbangan luasnya wilayah Tanah Papua. Dibutuhkan Markas Kodam untuk menjaga kedaulatan NKRI. Saat ini Kodam Papua hanya ada di Jayapura yaitu Kodam Cendrawasih.

“Kodam Papua Barat ini untuk mengamankan perbatasan negara,” katanya

Sebelumnya, pemerintah Kabupaten Manokwari menyambut rencana pembentukan komando daerah militer (Kodam) di Papua Barat.

“Mengapa Kodam ini perlu ada karena sebagai sebuah provinsi sudah sewajarnya Papua Barat juga punya Kodam (sendiri),” kata Bupati Manokwari Bastian Salabai di sela-sela penjemputan Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G.Siahaan di Bandara Rendani, Rabu pekan lalu.

Kunjungan Pangdam ke Manokwari memang untuk membicarakan pembentukan Kodam Papua Barat. Salabai mengajak warga melihat sisi positif dari hadirnya Kodam yakni menjamin terjaganya situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Papua Barat sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan bebas dan lancar.

“Dengan demikian, pembangunan bisa berjalan dengan baik karena terjadi peningkatan di semua bidang termasuk bidang keamanan,” “ ucap Bupati.

Pangdam tiba di Bandaran Rendani Rabu dijemput bupati Manokwari bersama ketua MRP-PB Vitalis Yumte, Kabiro Pemerintahan Setda Papua Provinsi Barat Eliza Sroyer bersama tokoh adat ketua Mekesa Obet Ayok. Juga ada Kejari Manokwari Timbul Tamba serta Dandim 1703 Manokwari Letkol Inf Stefanus S.Aribowo.

Rencana ini menuai penolakan. Direktur Lembaga Pendidikan, Penelitian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy mengatakan rencana tersebut akan melukai hati dan perasaan rakyat Papua. “Tidak sensitif dengan traumatik warga Papua selama ini,” katanya.

Ia mengingatkan agar presiden Joko Widodo tidak melihat masalah Papua hanya sekadar masalah separatis sehingga penyelesaiannya menggunakan pendekatan keamanan. Menurutnya, model pendekatan keamanan melalui pengembangan komando territorial berbentuk Kodam akan membawa ekses pada makin terjadinya konflik yang bernuansa kekerasan bersenjata.

“Menurut kami, seharusnya Presiden Jokowi dan jajaran pemerintahannya saat ini lebih mengedepankan cara-cara damai dalam menangani konflik di Tanah Papua dengan mencari dan menemukan akar masalah, sekaligus merumuskan pola dan cara penyelesainnya melalui dialog damai,” katanya. | VIVANews |TOYIBAN |ZACK TONU BALA