Kabag Umum PDAM Manokwari, Wibowo.

Seminggu dipalang, ribuan pelanggan PDAM tak mendapat air bersih

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Ribuan pelannggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Manokwari, tak mendapat jatah penditribusian air. Hal ini disebakan, aksi warga Kampung Tanah Merah, Distrik Warmare, Maruni yang memalang mata air PDAM.

“Atas insiden pemalangan kurang lebih sudah seminggu ini, sekitar 2550 pelanggan kami (PDAM, red) dari total 5500, tidak dapat dialiri air dari pipa mata air PDAM,” ujar Kabag Umum PDAM Manokwari, Wibowo kepada Cahaya Papua, Selasa (14/11/2017).

Ribuan pelanggan yang mendapat dampak dari pemalangan tersebut, terdapat di distrik Warmare, di sekitar wilayah Arfai, Rendani dan sebagian di Reremi serta di jalan Pertanian Wosi.

Meski demikian, pihaknya telah berupaya mencari alternatif agar ribuan pelanggaan ini tetap memeperoleh jatah air dengan memanfaatkan mata air kalidingin Manokwari. Namun volume air tersebut tak dapat mengkakomodir jumlah keseluruhan pelanggan.

“Kami sudah berupaya maksimal, tapi belum bisa juga. Untuk itu, kami butuh kebijakan dan ketegasan Bapak Bupati Manokwari sebagai pimpinan daerah. Karean jika ini berlarut-larut, maka banyak masyarakat yang akan komplain,” kata Wibowo.

Wibowo, menuturkan, aksi pemalangan tersebut merupakan imbas dari kekecewaan puluhan masyarakat dalam seleksi CPNS Kementrian Hukum dan Ham Kantor Wilayah (Kanwil) Papua Barat, beberapa waktu lalu.

“Karena lampiaskan kekecewaannya, kurang lebih selama seminggu, masyarakat memalang salah satu sumber mata air kami,” ucap dia. (cr-80)

Leave a Reply

%d bloggers like this: