Ilustrasi

21 kontainer muatan kayu disita di Kaimana

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyita sebanyak 21 kontainer berisi kayu yang diduga ilegal di Kabupaten Kaimana, Papua Barat.

Sekretaris Balai Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Maluku-Papua, Ihya Syari’udin di Manokwari, mengatakan, penangkapan dilakukan pada 6 Maret 2018. Barang bukti saat ini masih berada di pelabuhan laut Kaimana.

“Kami sudah police line, itu berupa kayu pacakan. Sesuai aturan pengiriman kayu pacakan tidak diperbolehkan,” kata Ihya, baru – baru ini

Ia mengemukakan, saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait kasus tersebut. Pihaknya berkoordinasi dengan Polda Papua Barat dalam penanganan kasus ini.

Ihya belum mengetahui pasti kepemilikan kayu tersebut, termasuk kubikasinya. Penyidik sedang bekerja menghitung menelusuri pemilik.

“Kami belum tahu pasti, saat PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil) kami masih di lapangan dan belum sempat memberikan laporan lagi,” ujarnya lagi.

Pihaknya menduga, kayu-kayu itu hendak dikirim dari Kaimana ke Jawa Timur melalui Pelabuhan Surabaya menggunakan jasa eksepedisi muatan kapal laut (EMKL).

“Pengangkutan kayu itu tidak sesuai prosedur, sehingga kami melakukan pengamanan,” ujarnya lagi.

Ihya menambahkan, kasus ini menjadi perhatian Kementerian LHK di Jakarta. Irjen KLHK akan berkunjung ke Kaimana untuk melihat langsung kondisi kayu tersebut.

Sesuai peraturan Direktur Jenderal Bina Usaha Kehutanan nomor P.3/VI-BIKPHH/2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Penatausaahaan Hasil Hutan Kayu dari Hutan Alam, kayu pacakan adalah kayu berbentuk persegi yang diolah di hutan yang merupakan hasil perubahan bentuk dnaari satu batang KB/KBS/KBK menjadi  satu bentuk kayu persegi. Produk ini bukan dalam bentuk kayu olahan gergajian seperti balok, papan, reng, atau pun kaso. |Toyiban

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: