Rapat paripurna DPRD Manokwari di Sowi Gunung, Sabtu (19/11).
Rapat paripurna DPRD Manokwari di Sowi Gunung, Sabtu (19/11).

22 Raperda yang Diserahkan Eksekutif Masih Ada yang Perlu Ditinjau

MANOKWARI, Cahayapapua.com– 22 Rancangan peraturan daerah (Raperda) yang diserahkan eksekutif dalam hal ini Pemkab Manokwari kepada legislatif pada Kamis (17/11/2016) lalu, beberapa raperda tersebut dikembalikan karena perlu peninjauan ulang.

Seperti dikatakan juru bicara Fraksi Demokrat, Frengki Awom yang juga Wakil Ketua DPRD Manokwari, saat memberikan pandangan umum fraksinya di ruang rapat paripurna DPRD Sowi Gunung, Sabtu (19/11/2016).“Ada beberapa Raperda yang naskah akademisnya perlu ditinjau ulang,” saran dia.

Rinciannya, sebut Yustus Meidodga dari Fraksi Amanat Kesejahteraan Bangsa, terdapat 13 raperda baru , 3 raperda perubahan dan sisanya enam (6) raperda yang dibatalkan. “Itu hasil pandangan umum fraksi kami. Terima kasih kepada Bupati Manokwari beserta jajarannya yang telah bersama kami melaksanakan rapat paripurna ini sesuai jadwal yang disepakati bersama,” kata Yustus yang juga sekretaris Komisi B.

Ia menambahkan fraksinya mendukung lahirnya 16 raperda terutama terkait dengan kepentingan pelaksanaan dan tata kelola pemerintahan.“Kami dari fraksi Amanat Kesejahteraan Bangsa juga fokus terhadap dua raperda yang isinya tentang Pembentukan Perusahaan Mansinam Mandiri dan raperda pembentukan Manokwari sebagai Kota Injil,” (YOS)

Tinggalkan Balasan