Rapat pleno terbuka rekapitulasi penetapan dan pengumuman hasil penghitungan suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Barat 2017 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) PB, di Ballroom Aston Niu Hotel, Sabtu (25/2).

250 Personil Dikerahkan untuk Pengamanan Terbuka dan Tertutup

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Polda Papua Barat dalam mengamankan proses rapat pleno yang digelar Komisi Pemilihan Umum Papua Barat (KPUPB) di Aston Niu, Sabtu (25/2), menggunakan pola terbuka dan tertutup, dengan melibatkan sekitar 250 personil, yang khusus ditempatkan di sekitar lokasi pleno.

“Pola ini kita gunakan untuk mengamankan jangan sampai peserta yang masuk membawa senjata tajam, minuman keras dan bahan-bahanlain yang membahayakan,” ujar Wakapolda Papua Barat Kombes Pol. Petrus Waine di lokasi pleno, Sabtu (25/2).

Dikatakan, antisipasi yang dilakukan personil yang terdiri dari Kepolisian dan TNI ini difokuskan ke jalur-jalur masuk di arena pleno berlangsung. Siapapun yang masuk ke arena harus melalui pemeriksaan.

Untuk mengamankan pleno terakhir yang dijadwalkan hari ini, pihaknya masih melihat situasi dan kondisi perkembangan atas pengamanan yang ada nanti, berdasarkan analisa intelijen.

“Kita tetap melakukan antisipasi. Jadi dihari terakhir pelaksanaan pleno nanti kita akan lihat apakah akan dilakukan penebalan pasukan atau tidak, tergantung situasi,” ujar Waine mantan Kapolres Manokwari ini.

Meski demikian Wakapolda berharap kepada semua pihak baik itu penyelenggara Pilkada maupun pendukung pasangan calon dan warga masyarakat agar terus menjaga keamanan sehingga proses pleno berjalan sesuai harapan bersama.

Diapun mengapresiasi dukungan semua pihak yang telah terjalin sejauh ini, dimana Pilkada Papua Barat secara umum yang dilabeli rawan 1 kini diubah menjadi aman 1. “Kita balikan dari rawan 1 menjadi aman 1. Ini menjadi pola kerja dari penyelenggara pemilu, pemerintah daerah serta TNI Polri. Hal ini bukan hanya polisi saja atau KPU saja namun menjadi tanggung jawab bersama,” tambah Waine.

Pantauan media ini rapat pleno berlangsung aman dengan dukungan penjagaan ketat pihak aparat keamanan. Setiap peserta yang masuk ke arena harus melalui pemeriksaan kendaraan. Yang hendak masuk kedalam ruangan juga mesti melewati alat pendeteksi. Terdapat beberapa alat tajam berupa parang dan minuman keras yang disita oleh polisi di jalan masuk Hotel Aston. (MAR)

Tinggalkan Balasan