Komunitas Anak Air Manokwari berpose bersama usai aksi bersih-bersih di Pulau Lemon, Sabtu lalu.

30 Komunitas “Keroyok” Pulau Lemon

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Memperingati Hari Sampah Nasional tahun 2018, Komunitas Anak Air Manokwari( KAAM),  Sabtu (24/2) melaksanakan aksi bersih-bersih di Pantai Mios Mapi atau Pulau Lemon.

Aksi tersebut melibatkan sekitar 30 komunitas masyarakat di Manokwari, TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi terkait, stakeholder dan masyarakat peduli lingkungan di Manokwari. Aksi bersih yang dilaksanakan ini mengusung tema  “Bersama Sayangi Bumi Bersihkan dari Sampah.”

Humas KAAM Toto Rizqi Darwin mengatakan, gerakan bersih sampah plastik di Pulau Lemon yang di prakarsai KAAM, mendapat apresiasi dari berbagai pihak, sejumlah komunitas yang di Manokwari dan warga Pulau Lemon turut berpartisipasi pada aksi itu, serta mereka komitmen mendukung gerakan bersih sampah di Pulau Lemon dan Pesisir Teluk Sawaibu.

Sementara  Ketua KAAM, Yan Agus Rumbewas  pada aksi bersih Pulau Lemon mengapresiasi semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh serta yang telah berpartisipasi dan berkomitmen memerangi sampah dalam mewujudkan Manokwari nol sampah.

“Aksi bersih-bersih Pulmon tidak hanya berhenti pada tanggal 24 Februari 2018, tetapi aksi itu akan terus berlanjut dan berkesinambungan dengan melibatkan lebih banyak lagi pihak dalam gerakan kebersihan,” tutur Yan.

Pucak Hari Sampah Nasional tahun 2018 di Manokwari diperingati di Pulau Lemon, dengan tujuan selain membersihkan sampah, juga memperkenalkan Pulau Lemon sebagai salah satu destinasi wisata lokal di Manokwari, sekaligus mengedukasi masyarakat lebih mencintai dan menjaga lingkungan.

Turut hadir dalam aksi bersih itu di antaranya Kabinda Papua Barat, Ketua Fraksi Otsus DPR Papua Barat, staf ahli bidang politik kabupaten Manokwari, Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Manokwari.

Aksi sehari yang dikonsep dalam wisata edukasi itu menjadi hiburan tersendiri bagi setiap orang yang terlibat. Selain bersih sampah momen itu juga digunakan setiap orang yang datang ke Pulau Lemon untuk menikmati wisata kuliner warga setempat serta menikmati musik akustik yang disuguhkan group musik Pulau Lemon.

Diakui Toto keterlibatan peserta dari kota ada 304 orang ditambah masyarakat Pulau Lemon. “Sebelum pulang kami pastikan tidak ada sampah yang tertinggal di Pulau Lemon semua kami evakuasi ke Pantai BLK untuk selanjutnya diambil dan dikelola oleh teman-teman yang akan memproses menjadi bahan baku daur ulang,” jelasnya. (Lisna Boroallo/ Elyas Estrada)

Leave a Reply

%d bloggers like this: