Waspada kaki Gajah

38 % Warga Manokwari Selatan Kena Penyakit Kaki Gajah

MANSEL, CAHAYAPAPUA.com- Kepala Dinas Kesehatan Manokwari Selatan, Hengky Veky Tewu mengungkap, 38 persen warga Manokwari Selatan terjangkit penyakit filariasis atau penyakit kaki gajah. Hal ini diketahui dari hasil survey yang dilakukan pada 2014 lalu.

Hengky saat sosialisasi penanganan kaki gajah, Rabu (2/9/2015) menjelaskan, hasil survei yang dilakukan kementerian kesehatan bersama dinkes provinsi menunjukkan kondisi penyakit kaki gajah di Mansel sudah endemik.

Ia mengatakan, tak selamanya penyakit ini terlihat dengan ditandai pembekakan pada kaki penderita. Bisa jadi bakteri itu ada dalam darah penderita.

Pengobatan penyakit ini kata Hengky, harus dilakukan secara menyeluruh, jika tidak bakteri dalam darah akan berkembang dan menular ke orang lain melalui gigitan nyamuk.

“Seluruh elemen harus bekerjasama agar penyakit ini dapat diberantas seratus persen,”kata Hengky pada kegiatan yang dilaksanakan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat dan kementerian kesehatan ini.

Kepala bidang P2 Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Apriani Taedini menekankan, para bidan dan perawat di Puskesmas dan Pustu berusaha keras member pemahaman kepada masyarakat. Sebagai ujung tombak tenaga kesehatan, petugas Puskesmas dan Pustu diharapkan mampu mengajak seluruh masyarakat memberantas pentakit ini.

Dinas Kesehatan Papua Barat menarget pemberantasan penularan kaki gajah di Mansel dapat dilakukan seratus persen. “Di provinsi Papua Barat, hanya kabupaten Mansel dan Maybrat yang memberikan dukungan secara baik,” ungkapnya.

Perwakilan Kementerian Kesehatan, Dr. I. Negah Darna menambahkan, kaki gajah harus diberantas hingga tuntas. Sebab, setelah penderita tertular, penyakit ini susah untuk disembuhkan.

“Kita sudah komitmen akan membantu Kabupaten Mansel untuk melakukan pengobatan selama lima tahun kedepan, dan pengobatannya akan dilakukan disetiap bulan sepuluh,” jelasnya.| SOETANTO | EDITOR : TOYIBAN