UMKM Papua Barat

40 Pelaku Usaha Mikro – Kecil Dilatih Jelang MEA

MANOKWARI -40 pelaku usaha mikro – kecil, diantaranya penjaja ikan asar, keripik singkong, pisang, keladi, dan sukun, kelompok kerajinan pernak-pernik khas papua dan usaha para-para pinang, mengikuti pelatihan peningkatan usaha, kemarin.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Papua Barat, menyatakan, pelatihan bagi KUMKM Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) merupakan bagian dari upaya menyiapkan pelaku usaha mikro – kecil menghadapi dibukanya Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA.

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan Edward Padwa mengatakan, pemerintah berkewajiban menggelar pelatihan seperti ini untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha mikro – kecil dalam persaingan global.

Pemerintah, Edward melanjutkan, juga akan menyiapkan konsultan untuk mendampingi pelaku usaha mikro – kecil dengan memanfaatkan gedung PLUT Koperasi dan UMKM di belakang kantor bupati Manokwari.

Selain itu, Edward mendorong pelaku usaha mikro – kecil terus berbenah, meningkatkan kualitas manajerial dan produk serta strategi pemasaran agar tidak kalah bersaing. “Jika tidak kita bisa tertinggal,” kata Edward.

Ia juga mendorong pelaku usaha menegah keatas, akademisi serta asosiasi-asosiasi badan usaha agar bersinergi mendorong pendampingan dan stimulan kepada para pelaku usaha mikro kecil.
Terpisah, Kepala Bidang Bina Usaha UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Papua Barat Erry Widodo mengatakan bimbingan terpadu bagi pelaku usaha binaan konsultan PLUT UMKM merupakan satu dari tujuh tugas pelayanan PLUT.

Sebelumnya konsultan Plut UMKM mitra Dinkop dan UMKM Papua Barat, melalui alokasi dana dekonsentrasi telah melakukan pembinaan dan pendampingan pelaku usaha mikro langsung di lapangan.

Pada bimbingan terpadu itu, lanjut Erry, para pelaku usaha juga diberikan bantuan alat packing powerfack hold vacuum sealer sebagai langkah meningkatkan kualitas dan produktifitas usaha mikro yang dijalankan kelompok usaha. Vacuum sealer yang diberikan kepada pelaku usaha agar memudahkan pelaku usaha meningkatkan kualitas produk dengan membuat produk-produk olahan dalam kemasan.

“Kami harap para pelaku usaha dapat termotifasi lebih menjalankan usahanya, dengan ragam jenis produk kemasan, sehingga mampu dipasarkan dalam skala besar menggunakan merek dagang sendiri dan mampu bersaing dengan produk kemasan lainnya,” ujar dia.

Pelaku usaha binaan PLUT UMKM yang mengikuti pelatihan berasal dari kelompok usaha di Wosi Taman Ria, Sanggeng, Borobudur, Reremi, Fanindi, Amban dan Pasir Putih. Kegiatan yang sama juga pernah dilakukan bagi kelompok usaha Senyum Apori Pasir Putih, Angkasa Mulyono, Borobudur, Maria Lin Taman Ria, Suapen dan Amban. |RIZALDY