Peserta #MariPhoto3. Foto: Dok Artfac

#MARIPhoto3 Diikuti 45 Fotografer

PULUHANpegiat seni fotografi di kota Manokwari ikut berkontribusi dalam ajang fotografi berskala internasional bertajuk #FNStreetHunting 2014. Kegiatan street hunting ini serentak digelar, Minggu (2/11/2014), di puluhan kota se- Indonesia serta beberapa kota di Asia-Afrika semisal Zuzuka, Jepang; Tunisia dan Kuala Lumpur, Malaysia.

Di Manokwari, kegiatan  ini bertajuk “Manokwari Street Hunting Photo 3” atau #MARIPhoto3 yang diorganisir oleh  Komunitas Seni Fotografi Manokwari, atau Manokwari Art Fotografi Community (ArtFAC). (Baca: #MARIPhoto3, Biar Foto yang Bicara! )

“Peserta cukup antusias. Jumlahnya sekitar empat puluh lima orang. Jauh lebih banyak dibanding kegiatan street hunting yang kami lakukan sebelumnya. Pesertanya paling belasan orang,” kata Ketua ArtFAC, Ibnu Ernas.

“Antusiasme ini juga memperlihatkan bahwa dari waktu ke waktu minat warga terhadap fotografi semakin tinggi.”

Sejak awal, nuansa egaliter dibangun untuk membingkai kegiatan ini. Tak ada dikotomi profesional-amatir, senior-yunior. Tak ada pula perbedaan antara pengguna kamera canggih dan tak canggih. Semua peserta setara dan setujuan: bersama-sama mendokumentasikan realitas dalam bentuk foto, yang kelak menjadi kepingan sejarah kota.

Mereka memulainya dari depan kantor BCA sanggeng. Lalu beranjak ke pasar tingkat Sanggeng untuk mengabadikan realitas yang memiliki dimensi kemanusiaan. Sesudah itu peserta menuju ke Pantai Pasir Putih Manokwari. Disini digelar sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan fotografi termasuk didalamnya sesi foto model dan pameran.

Ada beberapa foto yang dipamerkan di pantai ini. Foto-foto yang merekam realitas lingkungan dan sosial budaya warga tersebut diambil di berbagai tempat oleh para anggota ArtFAC, misalnya di Pegunungan Arfak, Kebar, Kepulauan raja Ampat dan Kota Manokwari. |PATRIX BARUMBUN TANDIRERUNG

Tinggalkan Balasan