Workshop tentang Program Perikanan dan Konsultasi Publik Kajian TAC.
Workshop tentang Program Perikanan dan Konsultasi Publik Kajian TAC.

70 Persen Dana Desa di Wondama untuk Pemberdayaan Ekonomi

WASIOR, Cahayapapua.com—  Pemanfaatan Dana Desa di Kabupaten Teluk Wondama mulai tahun 2017 lebih besar diarahkan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Porsinya adalah 70 persen untuk pemberdayaan ekonomi dan 30 persen untuk penyediaan infrastruktur.

Hal itu dikemukakan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (BPMPK) Hendrik Rico Tetelepta saat memberi materi pada workshop tentang Program Perikanan dan Konsultasi Publik Kajian TAC yang digelar WWF Indonesia di aula distrik Wasior, Selasa (18/10).

BPMPK kata Tetelepta, akan mendorong agar ketentuan tersebut diatur dalam peraturan bupati bahkan jika memungkinkan disahkan menjadi peraturan daerah (perda).

“Karena selama ini sering sekali ada bantuan dari berbagai SKPD untuk masyarakat tapi hasilnya belum kelihatan sekali. Kita kembangkan ekonomi kerakyatan sesuai potensi yang ada di kampung sehingga ekonomi di kampung bisa tumbuh supaya masyarakat tidak tergantung terus kepada pemerintah, “ ujar Tetelepta.

Dia mengatakan tahun 2017 pagu Dana Desa dari APBN untuk Kabupaten Teluk Wondama akan meningkat. Diperkirakan setiap kampung akan menerima sekitar 1 miliar atau naik hampir dua kali lipat dibanding tahun ini yang mencapai 600 juta.

“Kita juga dorong ada Perda untuk atur alokasi terhadap perempuan mungkin 10 persen supaya mama-mama di kampung juga bisa ada usaha, “ lanjut mantan Kepala Bappeda Teluk Wondama ini.

Untuk Dana Desa tahun 2016 sendiri khusus dana tahap I, ke-75 kampung di Wondama sudah menerima dan telah melaksanakan kegiatan. Sehingga tinggal menunggu pencairan tahap II

“Saya dapat info dari kementerian keuangan tahap II mungkin cair pada akhir bulan nanti, “ pungkas eks mantan Kepala Distrik Rumberpon ini. (BRV)

Tinggalkan Balasan