Markus Yenu (kanan berbaju hitam) Foto: westpapuamediaalerts

Markus Yenu: Aktifitas Kami Wajar dan Tak Anarkis

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Aktivis NRFPB Markus Yenu menolak sikap Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Barat Maurid Saiba yang menolak aktifitas pergerakan masyarakat di Manokwari yang mendukung referendum Papua.

“Pernyataan itu provokatif dan dapat memecahbelah bangsa Papua. Aktifitas yang kami lakukan selama ini wajar-wajar saja, karena ini hak demokrasi,” kata Markus Yenu, Gubernur Jenderal Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) Wilayah Doberay.

Markus menjelaskan, aksi yang selama ini dilaksanakan massa WPNA, NRFPB maupun elemen lainnya tidak pernah anarkis. “Jika ada yang berbuat anarkis silahkan diproses hukum, namun jika selama aksi berjalan damai, saya rasa itu wajar-wajar saja dan tidak perlu dipersoalkan,” katanya.

Ia menilai selama sejumlah aksi justru mengajak seluruh pihak untuk dewasa menyikapi persoalan yang terjadi di tanah Papua.

“Saat ini Rakyat Papua masih tersisih, sehingga perjuangan Papua Merdeka bukan sekedar papua lepas dari Indonesia. Masih cukup banyak persoalan yang dihadapi bangsa Papua seperti kesejahtaraan ekonomi, pelanggaran HAM dan persoalan lain yang masih mudah ditemui,” jelasnya.

Lebih jauh menurut Markus, LMA mestinya menghargai aspirasi refendendum bahkan harus pelindung masyarakat yang bergabung dalam menyuarakan aspirasi tersebut.

“Kita juga anak adat, semestinya LMA sebagai lembaga adat memberikan perlindungan dan dapat mengakomodir aspirasi kita untuk selanjutnya disampaikan kepada pihak-pihak yang berkompenten di negara ini,” tegasnya. |TOYIBAN

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan