ilustrasi_Dugaan Korupsi

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-Kejaksaan Negeri Manokwari akan segera merampungkan pemeriksaan berkas dua tersangka perkara dugaan korupsi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan, di Kabupaten Teluk Bintuni.

Dua tersangka itu masing-masing Samsul Alam, selaku Kepala UPP Bintuni Tahun 2014 dan Manobi selaku Kepala UPP Bintuni dari tahun 2011 hingga 2013.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Negeri Manokwari, Jhon Ilef Malamassam, mengatakan, perkara ini melibatkan tiga orang tersangka. Satu tersangka lain yakni Januri, Bendahara Kantor UPP Bintuni sejak 2011 hingga 2014 itu sedang dalam proses peradilan di Pengadilan Negeri Manokwari

Hari ini, sidang atas perkara Junari akanj berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi. Jaksa penuntut akan menghadirkan empat saksi dari BP Tangguh.

Sementara berkas tersangka Samsul dan Manobi,saat ini masih masih diteliti pihak Kejaksaan. “Saya yakin berkasnya akan cepat rampung karena satu tersangka sudah sidang,”tuturnya.

Dijelaskan, dalam kasus itu, ada ketidak sesuaian antara penerimaan bendahara dengan penerimaan yang di setor ke kas negara. Samsul Alam dan Manobi, diduga terlibat dalam penyelewengan tersebut.

Bahkan, ada keterangan yang menyebutkan bahwa keduanya menerima transfer dana dari bendahara.

Jhon menjelaskan, dana yang semestinya masuk ke kas Negara dari PNBP melalui Kantor UPP Bintuni ini Rp 80 miliar lebih, namun setelah dikroscek, dana yang masuk ke kas negara hanya sekitar Rp 30 miliar lebih. Sekitar Rp 40 miliar lebih sisanya, tidak dapat dipertanggungjawabkan|TOYIBAN