Ilustrasi

Blokade Kantor Lurah Sowi Akhirnya Dibuka

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com- Sekian lama tak dapat ditempati karena persoalan tuntutan ganti rugi hak ulayat, Rabu (25/11/2015), blokade kantor Lurah Sowi, Distrik Manokwari Selatan, akhirnya dibuka.

Pembukaan blokade menggunakan bambu ini dilakukan dengan sejumlah kesepakatan antar pemilik ulayat dengan pemerintah daerah yang diwakili masing-masing oleh kepala distrik Manokwari Selatan dan kepala kelurahan Sowi.

“Pembebasan lahan kantor lurah tetap didorong secara bersama oleh pemerintah distrik dan kelurahan kepada kepala daerah. Tapi, mungkin ini bisa dilakukan setelah selesai Pilkada,” kata Kepala Distrik, Paulus Ronsumbre.

Blokade dibuka ditandai dengan penyerahan uang sebesar Rp.15 juta. Hadir dalam kesempatan itu sejumlah pemilik hak ulayat. “Kita buka kantor supaya pelayanan tetap bisa diberikan kepada masyarakat termasuk menyambut Pilkada tanggal 9 Desember mendatang,” kata Lurah Sowi, Daniel Mandacan.

Menurut Daniel, masalah pembebasan lahan kantor lurah sudah terjadi sejak lama. Masyarakat meminta ganti rugi kepada pemerintah berkisar Rp.700 juta. “Uang yang dikasih saat ini bersumber dari dana Otsus,” ujarnya.

Salah seorang pemilik ulayat, Simon Dowansiba, mengatakan, aktifitas di kantor lurah bisa dilaksanakan. “Tapi, kita minta supaya masalah pembebasan lahan ini disampaikan kepada pemerintah supaya cepat diselesaikan,” ujarnya. |RASYID FATAHUDDIN