Ilustrasi
Ilustrasi

90 Persen Kantor SKPD di Bintuni Tak Punya APAR

BINTUNI, Cahayapapua.com— Sampai dengan tahun 2016, 90 persen kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemda Teluk Bintuni belum memiliki Alat Pemadaman Kebakaran Ringan (APAR).

Terkait itu bupati setempat meminta SKPD terkait harus memprogramkan pengadaan alat pemadam kebakaran ringan tersebut pada tahun anggaran terdekat.

Permintaan bupati ini disampaikan Kepala Satuan Pamong Praja Teluk Bintuni Suhaefi Ming saat memimpin pada apel gabungan, di Bintuni Jumat (4/11) pagi.  “Saya mengimbau seluruh SKPD dalam penyusunan RKA 2017 memasukan program pengadaan alat pemadam kebakaran ringan,” katanya.

Dijelaskan APAR tidak terlalu mahal dibanding harga telepon genggam, namun manfaatnya lebih besar bisa mencegah kebakaran lebih besar apabila terjadi musibah kebakaran di kantor-kantor pemerintahan.

“Jadi tolong dua atau tiga buah, harganya sekitar Rp. 10 juta. Tapi bermanfaat untuk satu tahun. Karena alat tersebut ada masa kedaluarsanya satu tahun. Penyimpanannya juga harus digantung,” katanya.

Dengan memiliki alat tersebut, kata dia, pegawai negeri sipil bisa menggunakan alat tersebut untuk membantu memadamkan api pada saat terjadi kebakaran.

“Sehingga kita tidak menjadi penonton, seperti nonton sepak bola, teriak-teriak kalau ada kebakaran. Saya sudah jalan keliling-keling ini dinas, cuma ada beberapa dinas saja yang sudah ada,” pungkasnya. (ART)

Tinggalkan Balasan