Suasana setelah pelantikan pengurus PERADIN Papua Barat, kemarin.

Peradin Akan Penjara Advokatnya yang Pungut Biaya dari Klien

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Persatuan Advokat Indonesia akan memproses hukum, anggotanya yang memungut uang dari klienya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Advokat Indonesia (Peradin), Ropaun Rambe, usai pengambilan Sumpah 15 advokat Peradin Papua Barat, Kamis (26/11/2015), mengaku, ia sudah menerapkan di beberapa daerah.

“Di daerah lain, hal ini terjadi, mereka diproses hukum dan jebloskan ke penjara,”kata Ropau, seraya menyebutkan, tindakan seperti Itu penyalahi aturan.

Menurutnya, anggota Peradin adalah advokat pejuang, yang tidak boleh melanggar aturan, apalagi melanggar Undang-undang bantuan hukum.

Dalam undang-undang tersebut, lanjutnya, diatur bahwa advokat tidak boleh memungut apa pun, sebab, negara sudah menjamin.

Dalam pemberikan bantuan hukum, sebut Ropau, anggota Peradin akan memperoleh honorarium, dari alokasi anggaran pemerintah.

Untuk tahun ini, honor yang diterima advokat sebesar Rp. 5 juta untuk satu perkara.  Tahun depan kemungkinan akan meningkat menjadi Rp. 8 juta.

Kata dia menjelaskan, honorarium tersebut, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN), melalui DIPA Kementerian Hukum dan HAM. “Selama ini hanya Peradin yang dapat mengakses anggaran negera,”ujarnya.

Selain melalui Kemenkumham, Peradin pun dapat mengakses, anggaran bantuan hukum yang bersumber dari pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten, hibah-hibah daerah yang tidak mengikat serta DIPA Mahkamah Agung.

Ia menyebutkan, disetiap kantor Pengadilan terdapat ruang sebagai Pos Bantuan Hukum Peradin. Masyarakat tidak mampu, dapat mengakses layanan bantuan hukum dari Peradin secara gratis, sebab, anggaran bantuan sudah disiapkan pemerintah.

Menurutnya, hal ini berlaku untuk setiap kasus, baik kasus litigasi atau yang berada di pengadilan maupun nonlitigasi yang berada diluar pengadilan.

Ia menilai, kebutuhan bantuan hukum dari masyarakat tidak mampu di Indonesia masih cukup tinggi termasuk di Papua Barat, bahkan jumlah mereka lebih besar dari jumlah andvokat Peradin.

Untuk itu, dalam waktu dekat, Peradin akan menggelar rekruitmen advokat melalui proses ujian yang akan dilaksanakan secara ketat.|RASYID FATAHUDDIN|EDITOR :TOYIBAN