Wagub Irene Manibuy, SH foto bersama tokoh masyarakat Manbar usai pertemuan Kamis malam di sekretariat DOB Manbar di Kompleks Misi, Jalan Brawijaya Manokwari – Papua Barat.

Irene Manibuy : Empat Daerah Konflik Jadi Prioritas

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-Wakil Gubernur Papua Barat, Irene Manibuy, SH Kamis (10/12) malam, bertemu warga dari lima distrik meliputi Distrik Kebar, Senopi, Amberbaken,Mubrani dan Distrik Sidey, calon Daerah Otonom Baru Kabupaten Manokwari Barat (DOB – Manbar) di sekretariat calon DOB Manbar Kompleks Misi Jalan Brawijaya, Manokwari – Provinsi Papua Barat.

Pertemuan ini merupakan pertama semenjak Irene Manibuy menjabat sebagai Wakil Gubernur Papua Barat. Warga calon DOB Manbar tak asing bagi Wagub Irene, karena semasa menjabat sebagai anggota DPR – RI, dia banyak membantu perjuangan pembentukan dan pemekaran DOB di Provinsi Papua Barat, termasuk DOB Manbar.

Dihadapan warga Manbar, Wagub Irene Manibuy mengungkapkan bahwa pada bulan Desember 2015 pemerintah akan menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang desain besar penataan daerah. PP penataan daerah tersebut sebagai wujud dari pasal 55 dan pasal 56 UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah.

“Setelah PP itu ditetapkan, baru lah Pemerintah bersama Komisi II DPR – RI akan masuk dalam pembahasan daerah otonomi baru. Kita berdoa semoga di tahun 2016, Tuhan menggerakan hati para pimpinan baik di Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemendagri, Kemenkeu, Kementerian Hukum dan HAM RI yang mewakili Presiden segera membahas 65 dan 22 DOB dengan Komisi II. Dimana DOB Manbar merupakan salah satu dari tiga daerah konflik di Papua Barat yang segera direalisasikan menjadi daerah otonom baru,” paparnya.

Sebelum akhir masa jabatan bersama Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi pada tahun 2017 mendatang, Wagub Irene

menyatakan semua daerah konflik di Provinsi ini akan dituntaskan.

“Di Provinsi Papua Barat ada 10 usulan daerah otonomi baru, dan ada empat DOB yang masuk kategori konflik yang menjadi perhatian serius Provinsi ini dengan satu kata pemekaran,” ucapnya.

Sebelumnya Ferdinand Teniwut, tokoh masyarakat calon DOB Manbar, mengawali pertemuan singkat ini dengan menghaturkan terima kasih atas kesediaan waktu yang diberikan Wagub Irene untuk bersua warga Manbar.

Dihadapan Wagub, Ferdinand menjelaskan, hadir di tempat ini Ketua Tim Pengarah calon DOB Manbar, ketua LMA Distrik Kebar dan Sidey, empat kepala distrik, kepala kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan pemuda serta masyarakat pada umumnya.

Di kesempatan ini, Ferdinand mengulik secara singkat perjuangan pemekaran calon DOB Manbar. Dasar aspirasi pemekaran ini diantaranya satu kesamaan sejarah, adat, agama maupun administrasi pemerintahan. “Aspirasi ini muncul 10 tahun silam. Di tahun 2004, wacana pembentukan DOB Manbar bergulir. Tahun 2009, muncul putusan MK Nomor 127/ PUU- VII/2009 yang mencaplok empat distrik, menyusul gelombang protes masyarakat Manbar hingga saat ini,” papar Ferdinand.

“Kita masyarakat Manbar dari berbagai sisi banyak kekurangan, walau begitu ada saja berkat dan uluran tangan dari Tuhan untuk tetap memperjuangkan aspirasi tersebut. Bentuk dukungan dan bantuan itu datang dari Kabupaten Manokwari maupun Provinsi Papua Barat lewat pejabat yang peduli,” imbuhnya.

Pantuan media ini, ratusan massa hadir pada temu singkat ini. Kedatangan maupun kepulangan Wagub Irene disambut hangat warga Manbar dengan tarian adat tumbuk tanah serta letupan kembang api yang memecah kesunyian malam. |BUY