Sekretaris KPA Kabupaten Manokwari P. Bangun. Foto: CAHAYAPAPUA.com | Adith Setyawan

95 PNS Manokwari Terjangkit HIV/AIDS

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com–Komisi Perlindungan AIDS (KPA) Kabupaten Manokwari mencatat sampai 2013 Pegawai Negeri Sipil di Manokwari yang mengidap HIV/AIDS mencapai 95 orang.

Sekretaris KPA Kabupaten Manokwari P. Bangun mengatakan dari jumlah tersebut 50 orang diantaranya mengidap HIV, sementara 45 lainnya sudah masuk tahap lanjut atau AIDS.

“Itu data tahun 2013. Kami belum punya data 2014,” kata P Bangun kepada di ruang kerjanya, Rabu (26/11/2014).

Selain itu ia mengatakan hampir semua kelompok profesi di Manokwari sudah tertular penyakit tersebut, mulai dari kelompok Ibu Rumah Tangga, TNI, Polri, PSK, pekerja swasta, buruh, pelajar dan mahasiswa termasuk PNS.

Ia mengatakan sejumlah kasus HIV/AIDS sampai saat ini belum terdeteksi karena kurangnya kesadaran masyarakat memeriksa status mereka. Ini ditengarai karena faktor malu atau unsur diskriminasi.

“Ini menjadi tugas kita dan instansi terkait untuk mencari kasus-kasus yang belum didata, karena kasus HIV-AIDS tiap tahun meningkat. Kedepan KPA akan terus fokus memberikan pemahaman serta pencerahan kepada masyarakat, pegawai, siswa dan mahasiswa, serta memasukkan dalam kurikulum atau mata pelajaran di sekolah,” kata dia soal komitmen KPA.

Bangun menambahkan, langkah untuk mencegah dan menekan penyakit HIV di kota Manokwari adalah penyediaan obat ARV untuk perkembangan virus dalam tubuh pasien. Obat tersebut menurutnya telah disalurkan ke rumah sakit dan sejumlah puskesmas di Manokwari.

Penderita HIV/AIDS di Manokwari tahun 2013 tercatat 906 kasus. Ibu Rumah Tangga menduduki posisi pertama, yakni 127 menderita HIV, sementara 98 AIDS. TNI 2 positif HIVdan 3AIDS. Polri sebanyak 3 HIV dan AIDS 4. PSK 109 HIV, AIDS 30. Swasta 35 HIV dan AIDS 26. Buruh 43 HIV dan AIDS 20. Pelajar/siswa 20 HIV dan AIDS sebanyak 10. Mahasiswa 14 HIV dan AIDS 13. Sementara yang tidak terkategori 129 HIV dan AIDS sebanyak 125.

“Angka tersebut masih bisa bertambah. Sebab masih banyak kasus HIV/AIDS di Manokwari yang belum terdeteksi. Sementara penyebaran virus ini kian hari tidak bisa dicegah,” kata Bangun. |ADITH SETYAWAN

 

EDITOR: BUSTAM

Tinggalkan Balasan