Komisi Pemilihan Umum

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Ketua KPU Papua Barat Amus Atkana menyatakan pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) atau Pilkada susulan di TPS 01 Binirau Wosi dan TPS 19 Anggori Amban sulit digelar karena telah melewati batas waktu.

“Pemungutan suara ulang di TPS 19 Anggori dan TPS 01 Binerau sulit dilakukan,” kata Ketua KPU Provinsi Papua Barat, Amus Atkana, siang kemarin.

“PSU itu dilaksanakan minimal 4 hari setelah setelah pencoblosan. Sekarang sudah memasuki hari keberapa, tidak bisa PSU lagi,’’ Amus menambahkan.

Panwaslu Manokwari pernah mengajukan rekomendasi ke KPU Manokwari untuk menggelar pemungutan suara ulang di TPS 01 Binirau pada 10 Desember dan TPS 19 Anggori pada 12 Desember.
Menurut Amus pelaksanaan ulang sulit digelar karena sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum nomor 10 tahun 2015 pemungutan suara ulang digelar paling lambat 4 hari setelah pemungutan suara.

KPU Manokwari, ia menyatakan, pada hari ke 6 paska pemungutan suara belum melaksanakan rekomendasi Panwaslu di 2 TPS tersebut. Sementara pemungutan suara ulang paling lambat harus digelar pada Minggu 13 Desember lalu.

Amus menegaskan mestinya setelah Pilkada 9 Desember lalu, pengawas lapangan, yang menemukan ketidakberesan di dua TPS tersebut, langsung memberikan rekomendasi ke pengawas distrik untuk ditindaklanjuti Panwaslu kabupaten. Jika dianggap memenuhi syarat Panwaslu langsung mengeluarkan rekomendasi kepada KPU untuk menggelar pemungutan suara ulang.

“Jadi mestinya kejadian pada hari itu (9 Desember) ditanggapi secara cepat oleh pengawas lapangan. Jangan setelah orang mengetahui hasilnya baru membuat gerakan meminta PSU,” katanya.

Selain itu, Amus mengatakan, KPU memerlukan waktu paska menerima rekomendasi Panwaslu untuk menyiapkan logistik Pilkada seperti surat suara dan formulir lainnnya.

Amus mengatakan karena pemungutan suara ulang di 2 TPS itu sudah tidak bisa gelar maka ia mempersilahkan kandidat yang tidak merasa puas dengan hasil Pilkada untuk menempuh jalur hukum. “Masih ada jalur hukum, silahkan tempuh itu kalau ada hak yang belum diterima,” ujar Amus.

Komisioner KPU Manokwari Aplena Rumaikewi yang coba dihubungi Cahaya Papua kemarin malam untuk memberikan penjelasan perihal rekomendasi Panwaslu belum memberikan tanggapan.

Sementara itu komisioner KPU Teddy Patikaihatu memastikan pelaksanaan pemungutan suara ulang di dua TPS tersebut akan digelar hari ini. Ia mengatakan persiapan sudah dilakukan.

Pantauan Cahaya Papua di lapangan persiapan melakukan PSU di TPS 19 Anggori sudah ada. TPS sudah dibangun dan logistik di laporkan telah disalurkan.

Sebelumnya Panwaslu Manokwari mengajukan rekomendasi kepada KPU Manokwari untuk menggelar pemungutan suara ulang di TPS 19 Anggori karena diduga terjadi kecurangan, surat suara telah disalahkangunakan.

Sedangkan TPS 1 Binerau Wosi, direkomendasikan pemungutan suara ulang, karena ditemukan adanya pemilih yang menggunakan formulir C-6 (undangan memilih) milik orang lain. | RIZALDY