Ilustrasi. Int

Dua Pasangan Ini Patut Diteladani

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com— Sebagai daerah otonomi baru (DOB) yang ikut dalam pilkada serentak 9 Desember lalu, Kabupaten Pegunungan Arfak berkomitmen untuk melakukan pemerataan pembangunan.

Hal ini yang disampaikan oleh dua pasangan calon bupati dan wakil bupati Pegunungan Arfak, Yosias Saroy-Marinus Madacan serta Daud Indou – Bob Retuadan dalam jumpa persnya, di Mapolres Manokwari, Rabu (16/12/2015).

Yosias Saroy dan Marinus Mandacan mengatakan, sebagai pasangan calon, keduanya tengah menunggu hasil resmi yang akan dikeluarkan oleh KPUD setempat, bagi mereka hasil pemungutan suara itu bukan suatu tolak ukur keberhasilan kedua pasangan calon.

Menurutnya, kemenangan yang dicapai dan kekalahan yang dialami merupakan suatu hasil bersama yang didapati berdua oleh dua pasangan yang berkompetisi itu.

“Pilkada telah selesai, musim politik telah selesai, untuk itu, mari kita bergandengan tangan, tidak ada yang mencari-cari kesalahan, tetapi bagaimana kita sama-sama bersatu untuk membangun Kabupaten Pegunungan Arfak,”ucap Yosias.

Bagi Yosias, kebersamaan tersebut harus dijaga dan dipupuk sejak dini, sehingga semua elemen dapat berperan membangun kabupaten tersebut kedepan.

“Ibarat rumah kaki seribu, kalau hanya satu tiang yang dipakai, tumpuan rumah itu tidak bisa berdiri, tapi kalau banyak tiang maka rumah itu akan rata dan indah dilihat,”ujarnya

Siapapun yang akan memimpin masyarakat Arfak pihaknya, akan tetap berkomitmen membangun daerah itu, sebab, diantara mereka adalah saudara. ”Kami teman dan kami Sahabat, sehingga kami harapkan Kabupaten Pegunungan Arfak akan menjadi contoh yang baik bagi kabupaten lain di Papua Barat,”lanjutnya.

Hal tersebut menurutnya sebagai pembuktian dan pembelajaran politik untuk delapan kabupaten lain di Papua Barat yang melaksanakan pilkada serentak tahun ini.

Sementara pasangan Daud Indou-Bob Retuadan mengatakan, sebagai sosok pemimpin didaerah itu, kedua pasangan harus bisa mendukung dan membangun Pegaf, tanpa melihat dan mempermasalahkan proses pilkada yang berlangsung di daerah itu.

“Siapapun pemimpinnya, kita mampu bekerja untuk masyarakat yang berada di kabupaten Pegunungan Arfak,”kada Daud .

Ia menjelaskan, sebagai kompetitor, pasangan dan tim suksesnya telah berkomitmen untuk menerima hasil rekapitulasi KPU hingga ada penetapan bupati terpilih.

Pihaknya pun siap mendukung program-program kerja dari pasangan Yosias Saroy – Marinus Mandacan dalam pembangunan Pegaf lima tahun kedepan.

“Saya mau tegaskan, tidak ada perbedaan pendapat antara pendukung nomor urut 1 atau nomor urut 2, karena, semua sudah berakhir pada tanggal 9 Desmeber lalu. Mulai hari ini kita semua bergandengan tangan untuk bersatu membangun Pegunungan Arfak menjadi Arfak yang baru,”tegasnya.

Dirinya pun berharap, jika pasangan Yosias-Marinus terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Pegaf, keduanya dapat memperhatikan empat sub suku besar arfak yakni Sou, Hatam, Meya dan Mole.“Kita jadi pemimpin, harus bisa bertanggungjawab kepada rakyat semua,”tuturnya.

Pertemuan ini mendapat apresiasi dari Kapolres Manokwari AKBP Johhny Eddizon Isir. Menurutnya, kedua kandidat telah menunjukan pembelajaran politik terharap semua pasangan calon di daerah lain pada pilkada serentak ini.

“Mereka telah berkomitmen untuk memajukan Pegunungan Arfak tanpa melihat kemenangan maupun kekalahan dalam pilkada ini ,” sebut Kapolres. |ADITH SETYAWAN | EDITOR : TOYIBAN