Badan Pengawas Pemilu

Panwaslu Temukan Empat Pelanggaran dan Terima Satu Laporan

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com—  Pasca pemungutan suara pilkada serentak yang digelar tanggal 9 Desember lalu, Panwaslu Kabupaten Manokwari menemukan empat pelanggaran pilkada dan satu pengaduan atau laporan.

Empat pelanggaran tersebut itu, yakni, menyangkut pelaksanaan pemungutan suara di TPS 01 Kampung Prafi Barat, Distrik Masni, TPS 01 Kampung Binirau, Distrik Manokwari Barat, TPS 19 dan 20 Anggori, Distrik Manokwari Timur.

Anggota Panwaslu Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran, Festus Rumadas mengatakan, sejumlah temuan itu telah ditindaklanjuti, bahkan, ada yang telah dinaikan ke sentra penegakan hukum terpadu (gakumdu) pilkada.

Ia menyebutkan, Selasa (15/12) merupakan batas akhir penyampaian laporan. Hingga hari itu pihaknya, hanya menerima satu pengaduan yang disampaikan tim dari pasangan Benny Boneftar-Andarias Wam.

Dia mengatakan, laporan tersebut meminta Panwaslu menyikapi dugaan pelanggaran pilkada, yakni, pencoblosan diluar jadwal yang dilakukan di TPS 01 Prafi Barat Distrik Masni, dugaan money politik di TPS 02 Sidey.

Termasuk dugaan penggunaan undangan yang discan oleh pemilih yang tidak terdaftar di dalam DPT pada TSP 27 Kelurahan Wosi, Distrik Manokwari Barat. Sesuai aturan, waktu bagi pelaporan untuk memberikan klarifikasi adalah tiga hari.

“Kalau ada bukti-bukti, kita bisa proses, sejauh ini baru sebatas laporan saja, belum ada bukti yang diberikan sehingga, pelapor akan dipanggil untuk memberikan klarifikasinya,” ujar Festus. |RASYID FATAHUDDIN| EDITOR : TOYIBAN