rajaampat. (nadinechandrawinata.blog)

DEKLARASI TOMOLOL HARUS JADI LANDASAN PEMBANGUNAN DI RAJA AMPAT

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com-– Landasan pembangunan di Kabupaten Raja Ampat harus berpedoman pada deklarasi Tomolol yang dilaksanakan elemen adat, agama, pemerintah, dan LSM pada 13 Desember 2003 silam.

“Atas dasar itu maka, elemen masyarakat dan pemerintah akhirnya bersepekat membangun Kabupaten Raja Ampat dengan dua sektor unggulan yakni, perikanan dan pariwisata,” kata Anggota DPR Papua Barat (DPRPB), Bram Goramgaman, Kamis (17/12/2015).

Kata Bram, landasan pijak pembangunan berdasarkan deklarasi tersebut telah membuat nama Raja Ampat tersohor hingga ke penjuru dunia. Deklarasi Tomolol adalah konsep pembanguan berwawasan lingkungan.

Selain deklarasi, masyarakat Raja Ampat dinilai miliki kesadaran tinggi dalam menjaga kelestarian lingkungan, yang ditandai dengan mandat adat pada 15 Desember 2006 oleh masyarakat Kepulauan Ayau dan Kofiau.

Dengan menyerahkan 1 juta 125 hektar laut untuk dijadikan sebagai kawasan konservasi yang diharapkan menunjang kesejahteraan masyarakat di daerah kabupaten kepulauan ini.

“Bupati terpilih melanjutkan pembangunan sesuai dengan semangat ramah lingkungan. Kita harapkan budidaya perikanan bernilai ekonomis tinggi seperti budidaya mutiara. Ini perlu dikembangkan,” ujar mantan aktivis lingkungan ini.

Bram menambahkan, menjaga lingkungan merupakan kewajiban semua elemen masyarakat dan pemerintah di kabupaten tersebut. Sehingga, keindahan hari ini masih dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

Dia menyebutkan, alasan dalam menjaga kelestarian lingkungan juga bertujuan agar hubungan antar sesama manusia maupun manusia dengan alam tetap harmonis. Sehingga, masyarakat bisa merasakan hidup yang tentram.

“Masyarakat hidup di Raja Ampat seperti hidup di surga, dan ini tidak saja menjadi cerita bagi generasi yang akan datang tetapi masih dapat dinikmati oleh mereka,” tandasnya. |RASYID FATAHUDDIN| EDITOR : TOYIBAN