Rekapitulasi Suara Pilkada Bintuni

Perolehan Sementara di 21 Distrik : Suara PMK2 dan GARUDA Bersaing Ketat

BINTUNI, CAHAYAPAPUA.com—- Proses rekapitulasi suara yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Teluk Bintuni yang berlangsung sejak Rabu (16/12) lalu hingga Kamis (17/12) kemarin telah berhasil menyelesaikan 21 dari 24 Distrik yang ada. Dari data yang berhasil dihimpun, terjadi persaingan yang cukup ketat antara perolehan suara pasangan nomor urut dua, Petrus Kasihiw – Matret Kokop (PMK2) dengan nomor urut tiga, Daniel Asmorom – Yohanis Manibuy (Garuda).

Total data pemilih tetap (DPT) di 21 Distrik sebanyak 47.014 pemilih (92,72%) dari total data pemilih di Teluk Bintuni tercatat sekitar 50.705 pemilih. Sementara jumlah pemilih sah di 21 Distrik tercatat sebanyak 38.343 suara, sementara suara tidak sah adalah 387 suara.

Dari hasil rekapitulasi suara sementara yang dilakukan pada 21 Distrik, pasangan nomor urut satu Agustinus Manibuy – Rahman Urbun (AMAN) memperoleh 7.228 suara, pasangan nomor urut tiga Daniel Asmorom – Yohanis Manibuy (GARUDA) meraup suara sebanyak 15.487 suara (40,39%). Sedangkan pasangan Petrus Kasihiw – Matret Kokop (PMK2) memperoleh 15.628 suara (40,76%) atau lebih unggul dari pasangan GARUDA dengan selisih sebanyak 141 suara.

Proses rekapitulasi suara oleh KPU Teluk Bintuni yang akan dilanjutkan hari ini (18/12) masih menyisahkan tiga Distrik, yaitu Distrik Kaitaro, Moskona Utara dan Aroba. Total jumlah Data Pemilih pada ketiga distrik tersebut sekitar 3.691 pemilih.

Nazil Hilmie, Anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggara mengungkapkan bahwa rekapitulasi tingkat kabupaten menggunakan formulir DB yang merekap hasil akhir perolehan suara dari masing-masing distrik. Ia mengharapkan proses rekapitulasi suara akan rampung seluruhnya hari ini (18/12) sesuai waktu yang dijadwalkan oleh KPU.

Dalam penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih, kata dia, KPU akan mengacu pada hasil perolehan suara terbanyak dari masing-masing kandidat. Tetapi jika terdapat perolehan suara yang sama antar kandidat, maka KPU akan melihat dari tingkat penyebaran suaranya.Cukup ketatnya persaiangan perolahan suara antar kandidat berpotensi terjadinya gugatan Pilkada hingga ke Mahkamah Konstitusi (MK). | ARI MURTI