Ilustrasi

WASIOR, Cahayapapua.com— Sejumlah penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat dilaporkan sejak Senin kemarin tiba di kota Wasior.     Kedatangan mereka dalam rangka melakukan penyelidikan terhadap beberapa proyek pekerjaan jalan yang bersumber dari APBD Kabupaten Teluk Wondama tahun 2016.

Kapolres Teluk Wondama AKBP Frits Sokoy ditemui usai menghadiri kegiatan di Mapolres di Rasiei Senin siang kemarin membenarkan kedatangan para penyidik tersebut.

“Benar, tadi mereka datang ketemu saya. Ada empat orang dari penyidik Tipikor Polda datang melakukan proses lidik proyek jalan, kemungkinan terkait jalan trans Papua Barat,” kata Frits.

Namun Kapolres mengaku tidak tahu menahu secara persis paket pekerjaan apa saja yang menjadi sasaran penyelidikan.

“Kasusnya seperti apa saya gelap (tidak tahu). Itu atensi langsung Mabes yang turun ke Polda mungkin ada laporan langsung ke Mabes jadi mereka tindak lanjuti,” lanjut Frits.

Dari informasi yang dihimpun Cahaya Papua dari sumber terpercaya, kedatangan para penyidik dari Polda Papua Barat tersebut dalam rangka menindaklanjuti laporan Dewan Persekutuan Masyarakat Adat Wondama Teluk Wondama Provinsi Papua Barat nomor :005/DPMA-W/II/2017, perihal indikasi pelanggaran hukum pada pelaksanaan proyek TA.2016 di Kabupaten Teluk Wondama.

Juga surat Kabareskrim Polri nomor : B/2714/Tipidkor/IV/2017/Bareskrim, tanggal 21 April 2017, perihal pelimpahan pengaduan masyarakat.

Adapun proyek yang diduga terindikasi tindak pidana korupsi yang dilaporkan adalah ; pertama, peningkatan jalan ruas Rado-Maimari sepanjang 1,9 Km, kedua; peningkatan jalan ruas kompleks perkantoran rasiei sepanjang 2,2720 Km. Dan ketiga; peningkatan/pelebaran jalan dua lajur ruas Ramiki-Kaibi sepanjang 1,370 Km. (*/del)

Leave a Reply