Logo, KNPI.

Agen Perubahan, Moral Pemuda Perlu Dibentuk

KAIMANA, CAHAYAPAPUA.com- Pemuda adalah agen perubahan dan agen masa depan yang akan menentukan kemana negeri ini akan dibawa. Sebagai agen perubahan dan agen masa depan, moral pemuda harus dibentuk sebaik mungkin agar dapat memberi contoh atau panutan yang baik bagi masyarakat terutama bagi generasi muda berikutnya. Perbaikan moral diperlukan agar lahir pemuda-pemuda Kaimana yang berkualitas, yang mampu bersaing secara global dan diharapkan bisa menjadi pemimpin masa depan.

Demikian Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Papua Barat, Ismail Sirfefa, S.Sos,MH pada Musda KNPI Kaimana belum lama ini. Dikatakan, pemuda sebagai agen of change tetapi juga agen of development mempunyai peran-peran strategis terkait dengan pembangunan di berbagai dimensi kehidupan.

Calon Wakil Bupati Kaimana terpilih masa bakti 2015-2020 ini juga mengatakan, keterlibatan seorang pemuda dalam sebuah organisasi sangat diperlukan dan mempunyai nilai strategis. Strategis yang dimaksud adalah pemuda dapat membentuk cara pandang dan cara berpikir secara totalitas komprehensif. Terkait dengan paradigma baru pemerintahan lanjut Ismail, mentalitas, moral, kepemimpinan, kepribadian dan wawasan berpikir seorang pemuda harus dibentuk.

Dikatakan, dalam waktu dekat Kaimana akan memiliki wadah yang representatif bagi pemuda untuk mengembangkan kemampuan diri yakni gedung KNPI. Gedung ini diharapkan mampu membentuk kepribadian dan wawasan berpikir pemuda untuk kedepan mampu menghadapi perubahan. Ismail juga berharap, ada ruang khusus bagi pemuda untuk latihan kepemimpinan sehingga proses kaderisasi bisa berjalan dengan baik. Hal ini diperlukan agar suatu saat berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara mengingat pemuda memiliki dua peran penting yakni agen perubahan dan agen masa depan.

“Pemuda akan berkembang melalui kegiatan-kegiatan teknis, apakah itu yang bersifat edukasi terkait dengan pembinaan mental, kepemimpinan dan sebagainya, sehingga kedepan kalau ada pemuda Kaimana yang terampil dan cerdas bisa didorong memimpin daerah. Jangan cari pemuda yang lompat-lompat pagar, itu tidak boleh karena sangat terkait dengan mentalitas birokrat ketika kita berada didalam sistim pemerintahan itu sendiri. Ini yang patut kita perhatikan sehingga pembinaan generasi muda kedepan harus betul-betul generasi yang capable,” ujar Ismail. (ISA)