Dua mahasiswa UNIPA yang ditemukan tewas bersimbah darah di dekat sungai kali Pami Amban Pantai Kelurahan Amban, Senin (31/10). Keduanya tewas diduga dibunuh residivis kasus pembunuhan.
Dua mahasiswa UNIPA yang ditemukan tewas bersimbah darah di dekat sungai kali Pami Amban Pantai Kelurahan Amban, Senin (31/10). Keduanya tewas diduga dibunuh residivis kasus pembunuhan.

Agus dan Tasya Tewas Ditangan Dua Orang

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Akhirnya dua pelaku yang diduga melakukan pembunuhan sadis terhadap dua mahasiswa Unipa Agustinus Awun dan Tasya Sapulete, Senin (31/10), lengkap diringkus tim gabungan Polda Papua Barat dan Polres Manokwari.

Polisi hanya membutuhkan waktu  5 jam pasca meringkus Agustinus Awom (AA), Rabu (02/11) pukul 21.30 WIT, untuk melumpuhkan Maickhel Mandacan (MM), orang kedua, Kamis (3/11) sekitar pukul 02.00 dini hari.

Maickhel ditangkap di rumahnya yang berlokasi di Kampung Pami, Distrik Manokwari Utara, sementara Agustinus Awom ditangkap di Fanindi ST tepatnya di dapur rumah warga (bukan di Kali Pami seperti diberitakan sebelumnya).

“Penangkapan Maichel Mandacan ini setelah pelaku Agustinus Awom diperiksa dan mereka berdua melakukan pembunuhan itu,” ujar Kasat Reskrim Polres AKP. Diego Kakori Kamis.

Setelah ditangkap, Maickhel dalam pemeriksaan menyangkal dia ikut melakukan pembunuhan. “Dalam pemeriksaan MM menyangkal bahwa dia tidak melakukan pembunuhan, itu hanya tuduhan, namun kami menganggap itu kan hanya alibi dia saja,” ujar Kakori.

Motif keduanya yang berstatus ipar ini dalam membunuh hanya karena persoalan sepele, pemalakan. Ceritanya AA mengaku saat kejadian kedua korban sedang berpacaran di pantai Mapi. Kemudian mereka menghampiri dengan tujuan meminta uang namun Agustinus Awun dan Tasya tidak menyanggupi akhirnya keduanya dibacok.

“Kedua pelaku sebelumnya meminta uang kepada dua mahasiswa ini namun karena mereka ditolak akhirnya saling cekcok mulut lalu pelaku melakukan pembacokan,” kata Kapolres Manokwari AKBP. Cristian Rony Putra secara terpisah di ruang kerjanya.

Polisi masih mendalami motif lain seperti dugaan pemerkosaan terhadap Tasya. “Pelaku AA mengelak tidak melakukan pemerkosaan terhadap korban Tasya, namun kami tetap mendalami hal itu sesuai hasil olah TKP karena terdapat bercek air mani di badan korban. Kita pastikan setelah adanya hasil uji labfor yang sudah kita kirim sampel ke Mabes Polri,” ujarnya.

Agustinus Awom merupakan residivis yang telah divonis 10 tahun penjara karena atas kasus persetubuhan terhadap anak di Raja Ampat. Menurut Kakori dia kemudian dilakukan pembantaran karena sakit namun berhasil melarikan diri.

Untuk menangkap kedua pelaku polisi menurunkan tim Raptor yang terdiri dari Sabhar dan Brimob. Selain itu polisi juga menggunakan anjing pelacak menyisir seputaran Hutan Amban.

Penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 saksi atas kasus pembunuhan ini, sementara berkas pemeriksaan kedua pelaku akan dipisahkan. Keduanya dijerat pasal berlapis 340 subsider 338 dengan ancaman maksimal hukuman mati. (MAR)

Tinggalkan Balasan