Pengunjung mengantri untuk mendapatkan air dari Sumur Tua Pulau Mansinam.

Air Sumur Tua, Incaran Pengunjung Pulau Mansinam

MANOKWARI­, Cahayapapua.com— Ada hal menarik dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil ke 162 di Pulau Mansinam, Manokwari, yang setiap tahunnya selalu dipadati pengunjung, yakni sumur tua.

Menurut salah satu pengunjung Pulau Mansinam, Sarce, dirinya jauh dari Manokwai Selatan, mengunjungi Pulau Mansinam, selain untuk beribadah, juga untuk mendapatkan air dalam sumur tua tersebut.

Dijelaskan, air yang mereka peroleh, mereka yakini dapat menyembuhkan segala macam penyakit, diantaranya flu, batuk, pegal-pegal, serta sejumlah penyakit lainnya.

“Saya datang ke Pulau Mansinam, untuk mendapatkan air minum dari sumur tua ini. Sebab kami yakin jika telah meminum air tersebut,  akan menyembuhkan segala macam penyakit,” ujarnya.

Lantaran begitu banyaknya masyarakat yang hendak mendapatkan air dari sumur tua tersebut, mereka pun rela berdesak-desakan, bahkan saling berebutan air.

Untuk mengontrol warga yang berdesak-desakaan, salah salah satu tokoh masyarakat bersiaga di sumur, bertugas menimba air dari sumur berdiameter sekitar dua meter dan kedalaman sekitar 10 meter ini kepada warga.

Selain warga masyarakat, terkadang sejumlah pejabat pun, ingin mendapatkan air dari sumur tua, seperti yang diakui masyarakat. Warga juga yakin air itu dapat melancarkan rejeki dan membuat awet muda.

Selain Sumur Tua, HUT Pekabaran Injil ini juga membawa rejeki bagi para nelayan. Dimana sejumlah nelayan langsung mengubah profesi menjadi ojek perahu, lantaran banyaknya warga yang akan menuju ke Pulau Mansinam.

Salah satu ojek perahu, Robby, mengaku, pekerjaan sehari-harinya yakni nelayan, namun setiap perayaan HUT PI ke 62, ia memanfaatkannya untuk menjadi ojek perahu.

Ia mengaku setiap HUT PI biasanya mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda, yang jika diakumulasi dapat mencapai 6-7 juta rupiah.

Namun ia mengaku pendapatan tahun ini tidak sebanyak tahun lalu. “Tahun lalu pemilik perahu bisa meraih keuntungan mencapai 10 juta rupiah. Itu pun hanya 5 tahun sekali,” ungkapnya.

Banyaknya ojek perahu yang bolak balik dari Pulau Mansinam mendorong tim SAR meningkatkan pengawasan.

Pihak panitia pun membatasi pemilik perahu agar tidak melibihi beban dari yang telah disepakati yakni 10 orang tiap perahu. Hal ini untuk memberi rasa aman kepada warga yang berwisata di Pulau Manasinam. (ONE)

Tinggalkan Balasan