Bupati Bernadus Imburi Berbincang dengan Pilot Helicopter dari Yayasan Helivida Mission. Heli Menjadi Alat Transportasi Utama menuju Pedalaman Distrik Naikere
Bupati Bernadus Imburi Berbincang dengan Pilot Helicopter dari Yayasan Helivida Mission. Heli Menjadi Alat Transportasi Utama menuju Pedalaman Distrik Naikere

Aisandami Jadi Lokasi Percontohan Perikanan Budidaya

WASIOR, Cahayapapua.com— Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Teluk Wondama mulai tahun 2017 akan memprioritaskan perhatian pada perikanan budidaya. Ini sejalan dengan visi DKP yakni menjadikan Teluk Wondama sebagai sentra aktivitas perikanan budidaya yang ramah lingkungan.

Wilayah sepanjang semenanjung Wondiboi mulai dari distrik Rasiei, Wondiboi, Wasior hingga Teluk Duairi, akan jadi daerah sasaran pengembangan perikanan darat karena memiliki sumber daya air yang melimpah.

Selain itu ada distrik Naikere, Windesi dan Werianggi yang juga potensial untuk perikanan darat. “ Untuk wilayah pesisir dikembangkan budidaya rumput laut dan ikan kerapu. Kerapu prospektif untuk bisa dongkrak PAD yang penting semua SKPD mendukung,”kata Kepala DKP Rusman Tingginehe di kantor bupati di Rasiei, baru-baru ini.

Rusman menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan program untuk mendukung pengembangan perikanan budidaya baik di darat maupun di laut.

Mulai dari melakukan studi banding ke daerah yang sudah sukses menerapkan perikanan budidaya, penyiapan peralatan dan fasilitas yang dibutuhkan seperti kolam ikan, keramba dan benih ikan hingga penyiapan SDM.

Untuk mewujudkan itu, DKP telah merencanakan satu lokasi untuk dijadikan sebagai pilot project sebagai daerah percontohan. Di lokasi tersebut tidak hanya sektor perikanan budidaya tetapi juga dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang melibatkan SKPD lainnya seperti dinas pariwisata, pertanian, pemberdayaan masyarakat, pekerjaan umum,  sosial dan SKPD terkait lainnya.

Dengan begitu kawasan tersebut akan bertumbuh menjadi sentra ekonomi baru yang diharapkan bisa menjadi barometer kemajuan daerah. Lokasi yang dipilih adalah Aisandami, ibukota distrik Teluk Duairi.

“Mesti ada pilot project yang nampak supaya jadi contoh. Nanti ada program kolaborasi dengna SKPD lain sehingga semua sektor bisa hidup,”ujar mantan Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga itu.

Untuk diketahui, Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih juga telah menetapkan Aisandami sebagai pusat pengembangan pariwisata. WWF Indonesia pun memilih Ibukota distrik Teluk Duairi itu sebagai kampung wisata. (BRV)

 

Tinggalkan Balasan