Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Foto: aji.or.id

AJI Indonesia Desak Pemerintah Buka Akses Jurnalis Asing Liput Papua

JAKARTA – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendesak pemerintah Indonesia memberikan akses kepada jurnalis asing kredibel yang ingin meliput Papua.

AJI percaya, membuka akses bagi jurnalis asing merupakan salah satu jalan untuk memulihkan kepercayaan publik dan dunia internasional terhadap Pemerintah RI dan kerja pers di Papua.

“Kami percaya pemberitaan masalah Papua oleh jurnalis asing pada akhirnya justru membuktikan kerja pers di Papua profesional dan independen,” kata Ketua Bidang Advokasi AJI Indonesia, Iman D Nugroho dalam siaran pers, Selasa (22/12/2014).

Menurut AJI, pemberitaan oleh jurnalis asing juga bisa menjadi pembanding atas segala informasi sepihak media alternatif yang mengabaikan prinsip jurnalisme.

Ketua AJI Kota Jayapura, Victor Mambor, pernah mengatakan sebenarnya tidak ada aturan yuridis formal yang melarang jurnalis asing meliput ke Papua, tapi pemerintah tetap menghambat mereka dengan berbagai alasan seperti soal visa dan keamanan.

Menurut Viktor, kalaupun ada jurnalis asing yang lolos ke Papua, itu karena mereka menyamar sebagai turis. “Kalau tidak dengan cara menyamar sebagai turis, pasti dikawal oleh aparat keamanan, seperti anggota BIN,” kata Viktor, seperti dikutip tabloidjubi.com.

AJI Indonesia juga menolak pemblokiran situs papuapost.com oleh Kementerian Kominfo.

Menurut AJI, pemblokiran, karena alasan keamanan tersebut, akan menjadi preseden buruk bagi jaminan kebebasan berekspresi di Papua.

Meski diinformasikan diblokir, namun situs tersebut masih bisa diakses.

 

EDITOR: DUMA TATO SANDA

Tinggalkan Balasan