Ilustrasi layanan medis. (Okezone/Ist)

Akibat Bidan Mogok, Ruang Bersalin RSUD Sorong Kosong

SORONG— Akibat aksi mogok kerja yang dilakukan para bidan di RSUD Sorong, Rabu (30/3/2016), membuat para pasien baik yang telah menjalani persalinan atau yang belum sama sekali tidak mendapatkan pelayanan medis.

Terkait aksi mogok para bidan, Direktur RSUD Sorong dr Jerry Nikijuluw angkat bicara. Ditemui awak media saat memantau proyek pembangunan gedung rawat inap RSUD Sorong Rabu, dr Jerry mengatakan para bidan melakukan aksi mogok kerja karena merasa tidak nyaman lagi dalam bekerja akibat adanya teror yang ditujukan kepada mereka.

“Para bidan takut salah kalau mereka tolong orang atau memberikan pelayanan medis kemudian ada kejadian seperti kemarin pasien yang meninggal, nanti orang salahkan mereka lagi dan itu yang mereka takutkan. Makanya hari ini mereka semua pergi ke kantor bupati, kalian bisa lihat di ruangan bersalin kosong tidak ada pelayanan,” ungkapnya.

Padahal menurutnya, seorang bidan, perawat atau dokter mempunyai tugas dan tantangan yang bermacam-macam dalam memberikan pelayanan medis. Katanya, tidak hanya tenaga medis saja yang mempunyai resiko dalam pekerjaan, pekerjaan lain juga pasti punya tantangan dan resiko pekerjaan.

“Tapi sebagai seorang pelayan masyarakat dan juga sebagai pegawai negeri sipil, para bidan tidak bisa melakukan aksi mogok begitu lama-lama. Saya harap hari ini saja mereka melakukan itu dan hari ini (kemarin, red) adalah batas toleransinya, tidak bisa sampai besok. Dan kalau sampai sebentar sore mereka tetap mogok dan tidak masuk memberikan pelayanan kepada pasien maka saya akan bertindak,” tegasnya.

Ditanya sanksi yang akan diberikan kepada bidan yang tetap melakukan aksi mogok kerja, Direktur RSUD Sorong masih enggan memberitahukan sanksi apa yang akan ia berikan kepada para bidan tersebut. “Pasti ada sanksi karena mereka pegawai negeri,” tandasnya.

Gara-gara trauma dan takut disalahkan dalam memberikan pelayanan medis kepada pasien, seluruh bidan yang bertugas di ruang bersalin RSUD Sorong melakukan mogok kerja, Rabu (30/3). Berdasarkan informasi yang diperoleh, para bidan melakukan mogok kerja sejak Rabu pagi dan pergi ke Kantor Bupati Sorong untuk mengadu dan meminta perlindungan terhadap profesi mereka. (NSR)

Tinggalkan Balasan