Swiss-Belhotel Manokwari

Aksi SBH untuk Pemanasan Global

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Apa yang terjadi jika warga sedunia mematikan lampu listrik selama satu jam secara serentak? Rupanya, aksi sederhana ini bisa berkontribusi besar bagi lingkungan terutama dalam kaitannya dengan isu perubahan iklim, terutama pemanasan global.

Ini yang mendorong manajemen Swiss-Belhotel Manokwari untuk mematikan fasilitas elektrik di hotel yang mereka kelola, pada Sabtu, (19/3) lalu mulai pukul 20.30 WIT – 21.30 WIT.

Meyty Aryanty, Assistant Sales Manager SBH Manokwari kepada Cahaya Papua mengatakan, jika aksi ini dilakukan secara serentak, akan terjadi pengehematan 267,3 ton CO2.

Bukan itu saja, aksi menghemat lebih dari 267 pohon karena 1 pohon mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya.

“Sama halnya menyumbang persediaan O2 untuk lebih dari 535 orang karena 1 pohon mampu memberikan O2 bagi 2 orang dalam 20 tahun masa hidupnya,” katanya.

Pemadaman ini dilakukan menyambut Earth Hour (Hari Bumi). Setiap tahun seluruh properti Swiss-Belhotel Internasional melaksanakan Earth Hour.

Di Manokwari, manajemen SBH tak hanya melibatkan staf. “Kami pun melibatkan tamu hotel yang menginap. Mereka sangat antusias,” ucap Meyti.

Earth Hour bertujuan membangun keterlibatan atau mengajak masyarakat luas dalam melakukan aksi kecil yang membawa perubahan besar. Earth Hour mengkritisi perubahan iklim, salah satu ancaman kehidupan yang signifikan di bumi.

Perubahan iklim yang ekstrim dan sedang terjadi adalah pemanasan global. Pemanasan global menyebabkan naiknya air permukaan laut, kemarau panjang, badai, dan perubahan besar-besaran terhadap lingkungan hidup; sumber kehidupan kita. (JW)

Tinggalkan Balasan