Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-base.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 70

Warning: include_once(/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: include_once(): Failed opening '/home/u8694510/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/ossdl-cdn.php' for inclusion (include_path='.:/usr/local/lib/php') in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php on line 90

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache.php:70) in /home/cahaya/public_html/wp-content/plugins/wp-super-cache/wp-cache-phase2.php on line 1164
Aktifis desak aparat serius berantas Miras - Cahaya Papua
Vodka sebanyak 16.320 botol hasil kerja Satgas terpadu pemberantasan Miras Papua Barat selama dua minggu, bernilai sekitar Rp. 1,6 miliar, dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan alat berat, di Manokwari. (Document Cahaya Papua)

Aktifis desak aparat serius berantas Miras

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Aktifis dari Gerakan Hak Asasi Manusia mendesak aparat keamanan benar-benar serius memberantas minuman keras atau miras di wilayah Provinsi Papua Barat.

Sekretaris Jendral Gerakan Hak Asasi Manusia (G-HAM) Nusantara Septi Meidodga di Manokwari, Kamis (18/1) mengatakan, miras masih mudah beredar di daerah tersebut. Ia berharap, hal ini bukan sebagai proses pembiaran, mengingat miras berdampak buruk terhadap tatanan sosial masyarakat. “Kriminalitas meningkat, salah satu faktornya adalah miras. Belum lagi kecelakaan lalu lintas dan kasus kejahatan lain,” sebutnya.

Dari sisi HAM, katanya, peredaran miras merupakan salah satu upaya pemusnahan etnis warga Papua. Miras memiliki dampak buruk cukup besar terhadap upaya pembangunan sumber daya manusia “Sebagian besar kasus kriminalitas terjadi karena miras seperti pemerkoasaan, pembunuhan, perampokan, kekerasan terhadap perempuan. Akal sehat hilang karena miras,” sebutnya lagi.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan pada wawancara terpisah mengatakan, miras membuat harga diri warga Papua jatuh terperosok. “Miras tidak ada manfaatnya, cuma bikin penyakit, masalah keluarga dan lingkungan. Miras jadi pemicu Kriminal dan kecelakaan,”ujarnya.

Selain itu, kata gubernur, miras membuat orang Papua miskin, sebab, akibat miras produktifas hidup menurun. “Berhenti minum, supaya badan sehat dan tidak malas. Di luar sana orang Papua diidentikan dengan miras,” katanya lagi.

Gubernur menginginkan, toko-toko yang kedapatan menjual miras secara terselubung di cabut ijin usaha mereka. Hal ini untuk memberikan efek jera bagi para pengedar miras.

Terkait peredaran miras, Satuan Polisi Pamong Praja Papua Barat mendorong agar para pemasok miras di daerah tersebut di usir ke luar. “Di Manokwari ada dua distributor besar mereka dikenal dengan nama Toni dan Tole. Kalau mereka tidak mau mendengar gubernur soal pemberantasan miras, kita harus lakukan pendekatan adat. Kita usir mereka dari Manokwari,” katanya beberapa waktu lalu. (IBN)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: