Ir. Rosita Watofa.

Aktifitas Penjual Sayur di Pasar Wosi dan Sanggeng Akan Dijadwal

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com– Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kabupaten Manokwari berencana melakukan pengelompokan pedagang sayur dan hasil kebun lainnya yang melakukan aktifitas jualan di Pasar Wosi dan Sanggeng.

Rencana pengelompokan pedagang yang berjualan di lapak-lapak dan emperan Pasar Wosi dan Sanggeng itu, bertujuan untuk memberikan ruang bagi penjual lainnya yang terpaksa berjualan di emperan pasar, sehingga menimbulkan kesan penumpukan pedagang dan membuat pasar kelihatan kotor.

“Dengan pengelompokan pedagang sayuran dan hasil kebun lainnya itu, kami berencana membuat jadwal aktifitas penjualan di Pasar Wosi dan Sanggeng, sehingga semua pedagang dapat menempati lapak jualan yang disiapkan Pemda Kabupaten Manokwari,” kata Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Disperindakop Kabupaten Manokwari, Ir. Rosita Watofa di ruang kerjanya, Selasa (3/11/2015).

Hal positif yang ingin dicapai dari pengelompokan penjual berdasarkan distrik dan kelurahan ini, kata Rosita, untuk memudahkan para penjual dalam melakukan aktifitas jual beli. Ia mencontohkan, “misalnya penjual dari Amban dapat berbagi tempat jualan dengan penjual dari Amban lainnya berdasarkan kesepakatan jadwal jualan,” jelasnya.

Langkah itu juga kata Rosita untuk menghilangkan perilaku nakal penjual yang menyewakan lapak jualan kepada penjual lainnya, padahal lapak yang disediakan oleh pemerintah itu tidak diperbolekan untuk disewakan atau diperjual belikan.

Pengelompokan ini akan dikhususkan bagi pelaku usaha jualan sayuran dan hasil kebun lainnya, sementara pedagang pakaian dan barang pecah belah serta usaha lainnya yang bersifat tetap tidak diberlakukan pengelompokan.

Langkah ini juga, lanjut Rosita, diharapkan dapat menguntungkan para penjual sayuran dan hasil kebun lainnya yang tidak bisa tahan lama. “Ini akan menguntungkan penjual, sebab tumpukan penjual dengan jenis jualan yang sama dapat memimbulkan kerugian, karena jualan yang di jual tidak habis terjual sedangkan barang yang di jual tidak tahan lama, sehingga banyak penjual memilih membuang jualannya karena tidak laku terjual, jadinya busuk dan tidak layak jual,” tuntasnya | RIZALDY|BUSTAM