Aktivitas Tambang Emas Ilegal Wariori, Manokwari. (Doc.Cahayapapua)

Aktivis Apresiasi Kodam Kasuari, Pertanyakan Keberadaan Pemda

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Aksi Kodam Papua Barat XVIII/Kasuari yang menyegel dua unit helikopter di pertambangan emas ilegal di Sungai Wariori, Masni menuai reaksi dari aktivis. Mereka mempertayakan keberadaan pihak terkait yang seharusnya mengambil tindakan lebih dulu terhadap aktivitas di tambang emas ilegal tersebut.

“Selama ini Pemda, Dinas Pertambangan dan Polisi ke mana saja. Masa Panglima Kodam yang baru datang ke Manokwari, langsung bisa membongkar aktivitas (tambang illegal, red) ini. Terus peran pengawasan selama ini bagaimana,” tanya Lamek Dowansiba, mantan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Manokwari, Rabu (22/3).

Menurutnya, aktivitas penambangan ilegal di sungai Wariori sudah berlangsung sekitar dua tahun, namun baru dibongkar oleh Panglima Kodam VXIII Kasuari Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau.

Aksi Panglima Joppye menurutnya, patut diapersiasi sebab itu merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat yang ada di Manokwari.

“Kita patut mengapresiasi bapak Panglima Kodam Kasuari VXIII yang bertindak cepat. Saya menilai kehadirannya bukan saja menolong keberlangsungan keseimbangan ekosistem, juga bentuk kecintaanya pada masyarakat Manokwari,” ujarnya.

Meski demikian, dia berharap, Pemda mengambil langkah, untuk membatasi aktivitas tambang ilegal tersebut. Sebab jika dibiarkan dikuatirkan akan berdampak negatif terhadap lingkungan, dan berpotensi memicu masalah seperti yang di Nabire dan Gunung Botak, Pulau Buru Provinsi Maluku.

Terpisah aktivis HMI Cabang Manokwari, Saleh Safua, menyayangkan lemahnya pengawasan lingkungan di Kabupaten Manokwari. “Pemda dan pihak-pihak terkait, kalau tak mengambil langkah cepat, dampak lingkungan atas aktivitas tambang itu semakin luas dan akan bisa menimbulkan bencana alam di daerah ini. Lebih baik kita mencegah dari pada sudah ada kejadian baru diurus,“ ucapnya.

Dia menyarankan Pemda dapat menentukan sikap terkait aktivitas tambang tersebut, yaitu dengan mengeluarkan regulasi yang mengatur tentang penambangan di lokasi itu.

Selain itu, keduanya berharap, ada sikap tegas dari Pemda, Kepolisian dan TNI menindak, apabila terdapat oknum yang membekingi aktivitas penambangan ilegal tersebut.

Sebelumnya dalam raker bupati walikota se Papua Barat di Manokwari, Pangdam menyatakan telah menyegel dua unit helikopter yang dipakai dalam aktivitas tambang ilegal di Sungai Wariori. (MAR)

Tinggalkan Balasan