Ilustrasi

Aktivis Kuatir Raperda Pers Kota Sorong Kebiri Kemerdekaan Pers

SORONG, CAHAYAPAPUA.com Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sorong, Petrus Fatlolon membantah jika pihaknya melakukan plagiat atau menjiplak Undang-Undang Pers sebagai draf Peraturan Daerah Media Lokal di Kota Sorong.

“Itu tidak benar, DPRD tidak pernah melakukan copy paste ya. Yang benar adalah DPRD study banding, melakukan peningkatan kapasitas, lalu dari peningkatan kapasitas itulah ada referensi DPRD untuk menyusun sebuah rancangan peraturan daerah,” tutur Fatlolon di gedung Dewan Kota Sorong, Rabu (18/11).

Ketua Partai Demokrat Kota Sorong itu mengaku, menghormati dan menghargai pernyataan warga yang menyebut jika pihaknya melakukan copy paste UU Pers. “Kita menghormati pendapat masyarakat, sekali lagi DPRD tidak seperti itu (ciplak),” katanya.

Sebelumnya para aktivis mengatakan, DPRD Kota Sorong menjiplak (Copy paste) UU Pers untuk dijadikan draf Raperda tentang Pers, karena, isi dari draft tersebut sama dengan isi UU tentang Pers, hanya saja ada beberapa kalimat yang diganti.

Insan Pers di Kota Sorong menyatakan tak menyetujui adanya niat pemerintah setempat yang sedang menyusun Raperda tentang Pers. Pasalnya profesi jurnalis telah diatur dalam Undang-Undang Pers. Dilain sisi, raperda tersebut dikuatirkan akan mengibiri kemerdekaan pers dalam kontrol terhadap pemerintah. |NASIR