Aksi aktivis mahasiswa mengumpulkan bantuan kemanusiaan untuk warga Asmat di Manokwari, Senin (29/1).

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Aktivitas mahasiswa di Manokwari berhasil mengumpulkan sejumlah bantuan dalam aksi kemanusiaan untuk warga Kabupaten Asmat, Papua, yang menderita gizi buruk dan campak, Senin (29/1).

Aksi kemanusiaan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manokwari itu berlangsung dua hari, sejak Minggu (28/1), berpusat di perempatan H. Bauw, Kelurahan Wosi, salah satu titik lalu lintas terpadat di Manokwari.

GMNI seperti dikatakan koordinator aksi Amirudin Tuturop, berhasil mengumpulkan Rp. 5.995.000 dalam dua kali aksi.

Untuk memaksimalkan bantuan, GMNI saat ini membuat posko Peduli Asmat di sekretariat mereka di Fanindi Dalam, untuk menampung sumbangan tambahan seperti uang dan pakaian layak pakai. GMNI berencana menyalurkan bantuan yang nantinya terkumpul melalui kontak organisasi di Kabupaten Asmat.

“Kami prihatin dengan situasi dan kondisi disana bahwa tempat tinggal warga sangat jauh dari pelayanan dan berharap aksi ini bisa membantu saudara – saudara yang sebagian besar korbannya adalah anak-anak anak,” kata Amirudin.

Sekretaris GMNI tanah Papua, Herdy Rumbewas menambahkan, selain di Manokwari, GMNI juga menggelar aksi kemanusiaan di beberapa tempat termasuk di Fakfak dan Kabupaten Sorong.

“Kami bukan hanya berbicara tapi ikut bertindak menolong sesama manusia. Esensi kepedulian kami adalah untuk menyelamatkan generasi Papua,” ujar Herdy.

“Dibawah teriknya matahari, kami berdiri dan bersuara lantang agar sesama manusia salin membantu demi masa depan dan keberlanjutan kehidupan manusia Papua dia atas tanah yang kaya akan susu dan madu ini.”

Sampai sejauh ini, kejadian luar biasa di Kabupaten Asmat mengakibatkan puluhan jiwa meninggal, sebagian besar anak-anak. Pemerintah telah melakukan sejumlah upaya untuk merespon KLB tersebut namun dilaporkan menghadapi banyak tantangan. (cr-81)

Leave a Reply