Ilustrasi Demo NRFPB

Aktivis Papua Turun Jalan Dukung Papua Masuk MSG

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com—- Aktivis Papua hari ini berencana menggelar aksi di Manokwari mendukung bergabungnya Papua dalam Melanesian Spearhead Group (MSG).

Aksi tersebut rencananya digelar oleh Negara Republik Federal Papua Barat bersama dengan WPNCL, West Papua National Autority dan Parlemen Nasional Papua Barat.

Juru Bicara NRFPB di Manokwari, Jack Wanggay mengatakan, beberapa waktu lalu sudah dilakukan rapat teknis untuk mendorong Papua sebagai anggota MSG.

Ia mengatakan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) yang berbasis di luar negeri, telah memberi mandat untuk melaksanakan aksi damai untuk mendorong agar Papua segera tergabung dalam MSG.

Jack menghimbau agar peserta aksi aski tidak mengkonsumsi minuman alkohol serta membawa alat tajam dalam aksi itu. “Sebab ini aksi damai ini bukan kerusuhan,” kata Jack kepada wartawan kemarin.

Ia mengklaim aksi ini tidak akan mengganggu aktifitas pemerintahan dan perekonomian daerah. “Negera tidak perlu menerjunkan personil dengan persenjataan lengkap. Itu tidak perlu karena justru akan menimbulkan ketakutan. Aksi ini damai dan tidak pernah ada instruksi untuk berbuat rusuh,” imbuhnya.

Gubernur WPNA Markus Yenu menambahkan, aksi ini akan dilakukan dengan cara konvoi dari kediamannya di jalan Serayu Sanggeng, menuju kantor Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Mnukwar di Jl.Pahlawan Manokwari.

Secara terpisah Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Sorong Raya, Agustinus Aud, mengatakan pihaknya juga akan turun jalan hari ini dalam agenda yang sama pada Kamis besok. Aksi yang sama akan digelar pada 28 Mei sampai 04 Juni 2015.

Demo damai tersebut bertujuan untuk mendukung kelompok MSG (Melanesian Sparhead Group) melalui ULWP (United Liberation West Papua), persatuan pembebasan untuk orang Papua yang mendaftarkan bangsa Papua gabung ke Negara MSG.

“Isu yang kami angkat disini, yaitu mendesak kepada pemerintah RI, untuk membuka ruang demokrasi, mendesak NKRI untuk membuka akses seluas-luasnya kepada jurnalis asing untuk masuk ke Papua,” tutur Agustinus, Selasa (19/5) siang, sekitar pukul 11.30 WIT, di Kampus UKIP Sorong.

Aksi tersebut rencananya digelar dari lampu merah kilometer 10 dengan long march ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sorong, dengan jumlah peserta 200 orang. | TOYIBAN| BIB