Soto Betawi, gurih dengan santan yang merendam irisan jeroan, kentang, tomat, daun bawang. (CNNIndonesia Rights Free Gunawan Kartapranata)

Akulturasi dalam Semangkuk Soto

MANOKWARI, CAHAYAPAPUA.com — Soto, makanan berkuah ini sangat masyhur di Indonesia. Setiap daerah di Nusantara memiliki kuliner soto khasnya masing-masing. Bayangkan, Indonesia setidaknya memiliki 25 jenis soto di setiap daerah.

Soto Medan, Soto Padang, Soto Lamongan, Soto Banjar, Soto Bancar Purbalingga, Soto Kudus, Soto Madura, Soto Betawi, Soto Makassar, Soto Bandung, dan Soto Kemari Pati.

Ditengarai, interaksi penduduk Indonesia dengan bangsa Tiongkok adalah asal-muasal munculnya hidangan soto. Dennys Lombard dalam bukunya, Nusa Jawa: Silang Budaya, menulis asal mula Soto yang berasal dari sajian Tiongkok, Caudo. Hidangan pertama dikenal di wilayah Semarang.

Caudo lambat laun menjadi Soto. Orang Makassar menyebut Coto, sementara orang Pekalongan menyebut Tauto.

Lambat laun olahan bumbu disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Maka lahirlah Soto Semarang, Soto Kudus, Soto Madura, Soto Betawi, Soto Medan, Soto Pekalongan, Soto Makassar, dan lain sebagainya.

Dikutip dari laman Sejarawan, antropolog Universitas Gadjah Mada Lono Simatupang menjelaskan, soto adalah racikan berbagai tradisi. Ada pengaruh lokal dan budaya lain di dalamnya.

Mi atau soun yang menjadi khas hidangan soto berasal dari kultur Tiongkok. Memang Tiongkok-lah yang memiliki teknologi menciptakan mi dan soun.

Mengapa dengan serempak soto menginvasi Nusantara? Dari sudut antropologi, sebuah makanan menyebar seiring dengan penyebaran manusia. Hidangan tersebut diterima oleh tempat lain. Makanan juga menyebar karena proses industri.

Namun penyebaran diikuti pula oleh upaya pelokalan. Seperti halnya pelokalan agama Islam atau Kristen di Indonesia. Berikut ini adalah soto, sroto, sauto, tauto, atau coto di beberapa penjuru Nusantara:

Soto Betawi

Soto Betawi adalah hidangan yang sangat populer di Jakarta. Sajian ini dikenal dengan kuah santan dan susu yang gurih. Irisan daging yang empuk, paru yang digoreng sampai garing, ditambah sambal, emping, dan acar timun. Hiruplah kuahnya yang menebar aroma rempah pala, cengkeh, dan kapulaga yang kuat.

Soto Lamongan

Meski berasal dari Jawa Timur, Soto Lamongan telah mengekspansi setiap pojok kota Jakarta. Soto ini menjadi satu-satunya soto yang memakai bumbu koya, sejenis serbuk dari tumbukan kerupuk udang dan bawang putih.

Tak ada santan dalam resep soto ini. Meski begitu tetap nikmat karena bubuk koya yang membuat kuah bening jadi lebih pekat. Ayam kampung menghasilkan kaldu soto yang gurih.

Soto Padang

Racikan rempah pada Soto Padang memang khas. Kuahnya yang khas dihasilkan dari campuran cuka. Menghasilkan rasa kecut asam dan manis yang komplet. Kuah soto dicampur dengan bumbu dari daun jeruk, serai, jahe, dan daun bawang.

Sepotong perkedel kentang menyempurnakan sajian yang biasa disuguhkan dengan kerupuk merah ini.

Soto Makassar

Hidangan yang istimewa dari Sulawesi Selatan adalah Soto Makassar, biasa disebut Coto Makassar. Istimewanya hidangan ini karena dia memakai jeroan atau isi perut sapi, seperti usus dan hati yang direbus lama.

Coto dihidangkan dalam mangkuk lalu disantap dengan ketupat atau burasa. Rahasia masakan ini terletak pada kacang yang dihaluskan bersama bumbu sereh, laos, ketumbar, jintan, bawang merah, bawang putih, dan daun salam.
(win/utw/CNN Indonesia)