Rambu dan pembatas jalan yang dirusak massa di depan pasar Tingkat Sanggeng, Manokwari, Papua Barat, Senin (13/1/2015). | CAHAYAPAPUA.com | Takdir

Amuk Massa di Manokwari, 2 Oknum TNI dan Polisi Ditangkap

MANOKWARI,CAHAYAPAPUA.com—- Dua terduga pelaku penganiayaan terhadap korban bernama Moga Urus Karubui, warga kompleks Sanggeng Dalam, mengakibatkan korban meninggal dunia, telah diamankan oleh Satuan Polisi Militer, Kodim 1703 Manokwari dan Satuan Propam Polres Manokwari.

Kedua terduga pelaku penganiayaan berinisial YHD merupakan oknum anggota TNI Kodim 1703 Manokwari dan YA merupakan oknum anggota Polres Wondama telah diamankan oleh anggota Propam Polres Manokwari untuk pemeriksaan selanjutnya.

Keduanya kini telah dimintai keterangannya secara intensif oleh kesatuannya masing masing, sambil menunggu hasil penyelidikan dua kesatuan yakni TNI-Polri. Dimana penyelidikan ini terkait atas kematian korban bernama Moga Urus Karobui, saat mereka sedang berpesta minuman keras di Pasar Tingkat Sanggeng, Senin (13/2015) sekitar pukul 03.00 WIT.

Sementara korban meninggal diduga telah dikeroyok, usai mereka sedang pesta miras. Diduga telah terjadi kesalapahaman di antara mereka, sehingga berujung terjadinya perkelahian yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Keluarga korban tidak terima atas kematiannya, sehingga mereka lalu mendatangi rumah terduga pelaku di Jalan Karya ABRI, sekitar pukul 06.00 WIT. Namun sesampainya di rumah terduga pelaku penganiayaan, keluarga korban tidak menemui satupun orang di rumah tersebut. Akibatnya keluarga korban mengamuk dan melempari rumah tersebut dengan batu, hingga sejumlah kaca depan rumah tersebut berguguran.

Selain itu, sejumlah perabotan rumah tersebut, turut menjadi sasaran amuk massa, sehingga isi rumah dan perabotan rumah hancur berantakan.

Tidak puas dengan pengrusakan itu, keluarga korban kembali melakukan aksinya dengan memblokade Jalan Yos Sudarso (depan pasar tingkat) dengan menggunakan sejumlah batu dan kayu.

Bahkan sebuah pos retribusi parkir dan sejumlah rambu lalulintas menjadi sasaran amuk massa. Pos retribusi parkir bergeser ke tengah jalan. Demikian pula dengan rambu lalilintas dan sejumlah lapak penjual di bakar massa.

Atas aksi amuk massa ini, sejumlah pedagang di Pasar Tingkat Sanggeng dan pemilik toko terpaksa menutup tokonya lebih awal. Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi kejadian berlarian untuk menyelamatkan diri dari amuk massa.

Setelah melakukan aksi blokade jalan kurang lebih empat jam, puluhan aparat kepolisian dan aparat TNI Kodim 1703 Manokwari tiba di lokasi kejadian untuk menenangkan massa yang emosi, untuk tidak melakukan tindakan anarkis.

Atas kejadian itu, aparat kepolisian, TNI dan keluarga korban langsung melakukan pertemuan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Setelah keluarga korban melakukan dialog dengan Kapolres Manokwari dan Dandim 1703 Manokwari, warga pun akhirnya membuka blokade jalan, sehingga akses lalulintas yang sempat terhenti kembali normal kembali.

Kapolres Manokwari AKBP Johnny Edizon Isir, melalui Kasat reskrimnya AKP Tommy Pontororing ketika ditemui wartawan, menjelaskan, atas kejadian menimpa korban bernama Moga Urus Karubui, polisi sudah mengamankan seorang terduga pelaku penganiayaan berinsial YA. Terduga pelaku ini merupakan oknum anggota Polres Wondama. Sedangkan terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Menurut Tommy, jika terbukti pelaku melakukan tindak pidana penganiayaan, maka pelaku diancam hukuman 12 tahun penjara. Ini sesuai pasal 170 KUHP.

Saat ini polisi masih menyelidiki proses kematian korban. Polisi langsung melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab terjadinya penganiayaan.    Dalam proses penyelidikan, polisi dibantu anggota TNI Kodim 1703 Manokwari.

Dandim 1703 Manokwari, Letkol Inf, Stefanus S Aribowo ketika dihubungi via ponsel, membenarkan telah mengamankan salah satu oknum anggota TNI berinisial YHD di Kodim 1703 Manokwari. Untuk mengetahui lebih jelas, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait keterlibatan YHD dalam perkara ini.

Dijelaskan pula, selain anggota TNI dan Polisi terduga pelaku penganiayaan, terdapat pula warga yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut, sehingga pihaknya juga akan terus mengejar terduga warga yang melakukan penganiayaan yang mengakibatkan kematian korban bernama Moga Urus Karubui. |TAKDIR

Tinggalkan Balasan