Anak Aibon

Anak Pecandu Lem Meningkat, Pemda Diminta Beri Perhatian Khsusus

MANOKWARI, Cahayapapua.com— Pemerintah Daerah (Pemda) perlu memberikan perhatian khusus pada sekelompok remaja di Kota Manokwari yang kecanduan Lem Aibon alias Lem Fox.

“Penggunaan Lem Aibon ini, tak bisa dibendung. Karena, selain mudah didapatkan, juga belum adanya aturan melarang penjual lem tersebut.  jadi Pemda perlu memperhatikan hal ini,” ungkap Ketua Yayasan Citra Sehat Papua Napoleon Fakdawer pada Cahaya Papua, baru-baru ini.

Napoleon juga menyebutkan, saat ini jumlah pengguna Lem Aibon khusus di Manokwari, semakin meningkat. Salah satu faktor penyeba meningkatnya ialah, untuk mendapatkanya terbilang cukup mudah.

Meski demikian, melalui sebuah LSM yang peduli terhadap Anak-anak Papua dan memiliki empati yang dipimpinnya saat ini, ia terus bergerak melakukan pembinaan terhadap pecandu Lem tersebut. Dan dia menyebutkan, bahwa tercatat, dari 43 anak-anak Mnokwari yang menggunakan Lem Aibon yang dibinanya, delapan orang berhasil dikembalikan ke orangtuanya lantern dinayatak sembuh.

“Masih ada 35 anak (Pecandu lem Aibon) yang masih dalam pengawasan Kami (Yayasan Citra Sehat Papua, red). Kami berharap kian hari, pembinaan yang dilakukan berbuah hasil. Sehingga anak-anak ini bisa kembali ke keluarganya,“ tutur Napoleon.

Selain penggunaan Lem Aibon yang mengrbankan anak-anak Papua, Napoleon juga menyoroti berbagai kesenjangan sosial yang marak terjadi akhir-akhir ini, di Kota Injil Manokwari.

“Makin banyak kasus pemerkosaan anak dibawah umur, begal dan pencurian di rumah-rumah warga.  Ini penting untuk disikapi semua pihak, apalagi Kota Manokwari sebagai simbol Injil di Tanah Papua,” imbuhnya.

Menurutnya, masalah-masalah sosial di Kota Manokwari, mesti disikapi oleh semua pihak, peran aktif lembaga pemerintah dengan LSM juga, diharapkan mampu mengurangi hal-hal yang merugikan masa depan anak-anak Papua. (MAR)

Tinggalkan Balasan