Ilustrasi. Foto: Ist

Anaknya Kena Tangkai Sapu, Oknum PNS di Wasior Pukul Murid SD

WONDAMA,CAHAYAPAPUA.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Teluk Wondama tercoreng, menyusul aksi pemukulan yang dilakukan orang tua murid yang diketahui bekerja sebagai PNS di Kantor Inspektorat Kabupaten Teluk Wondama berinisial MY.

Insiden ini terjadi, Sabtu (29/11). Kronologisnya, Zakeus Kurosa (11 tahun) siswa kelas II di SD Inpres Wasior saat itu tengah membersihkan jendela ruang kelas dengan menggunakan sapu ijuk. Sial tanpa disengaja tangkai sapu yang terbuat dari kayu mengenai dahi atau testa teman kelasnya bernama Varia sehingga menyebabkan memar.

Pengasuh Zakeus, Pdt. Maria Wayar di kediamannya Jalan Wasior Kota, samping Gereja Syaloom, Rabu (3/12), menceritakan, melihat Varia menangis akibat memar yang dideritanya, guru yang melintas di depan ruang kelas langsung bersikap. Guru yang diketahui merupakan wali kelas 3 itu langsung mengobati Varia. Sementara Zakeus yang merasa bersalah spontan meminta maaf atas ketidaksengajaannya.

Meski begitu sanksi tetap diberikan, dimana jari Zakeus di pukul oleh guru tersebut atas perbuatan yang dilakukannya. Sayang, Varia yang dalam kondisi memar lalu pulang tanpa didampingi guru. Alhasil, melihat keadaan anaknya yang memar di testa-nya, orang tua Varia MY naik pitam.

Dia pun bergegas ke sekolah mencari siswa yang memukul anak kesayangannya. Zakeus yang merasa bersalah, tak bisa berbuat banyak. Di dalam kelas, dia lalu ditampar dan dipukul MY. Beruntung saat itu, Kepala SD Inpres Wasior, Jermias Mariai yang mengetahui kejadian ini datang melerai.

“Saat itu kepala sekolah datang selamatkan Zakeus dari bapaknya Varia. Tapi saking emosinya, Zakeus ditarik dari pegangan kepala sekolah dan di pukul lagi sehingga buat wajah Zakeus memar dan bengkak,” kata Maria.

Zakeus merupakan siswa dari Kampung Oya – Distrik Naikere. Siswa itu dibawa Jemaat Gereja Syaloom untuk di sekolahkan di Kota Wasior, mengingat dikampungnya belum ada sekolah.

Menurut Maria, saat ini Zakeus masih dalam kondisi trauma. Ia terlihat takut untuk kembali ke sekolah. Namun atas bujukan dan motivasi yang diberikan, akhirnya Zakeus kini mau pergi ke sekolah.

Sebelumnya, Kepala SD Inpres II Wasior Jermias Mariai ketika dikonfirmasi CAHAYAPAPUA.com soal insiden via telepon sempat mengangkat. Namun ketika diketahui bahwa yang menelpon adalah wartawan untuk dimintai tanggapannya terkait insiden dimaksud, tiba – tiba telepon selulernya ditutup. Wartawan coba menghubungi kembali, namun meski tersambung telepon tak diangkat.

Maria mengungkap, bahwa insiden yang menimpa anak asuhnya sudah dilaporkan ke pihak berwajib, Polres Wasior Kota. Satu harapnnya, insiden ini kedepan tidak berulang dan menjadi pelajaran bagi semua pihak.

“Insiden itu kan terjadi saat jam sekolah, jadi seharusnya diselesaikan di lingkungan sekolah. Tapi ini merembet hingga campur tangan orang tua. Dan selaku orang tua sepatutnya berikan pelajaran yang baik, tapi malah buat perlakuan yang tidak semestinya,” kata Maria. | ADLU RAHARUSUN

 

EDITOR: IMRAN

Tinggalkan Balasan