Ilustrasi

Aneh tapi nyata, kepala kampung ini usul 10 persen dana desa untuk kepala kampung

WASIOR, Cahayapapua.com— Aneh tapi nyata. Kepala kampung di Kabupaten Teluk Wondama yang satu ini mengusulkan hal yang terkesan aneh dan bertolak belakang dengan semangat mengawal dana desa yang belakangan diserukan banyak pihak.

Adalah kepala kampung Sasirei, Distrik Rasiei Korinus Korwam yang memiliki pandangan yang terkesan aneh tersebut. Korinus mengusulkan agar 10 persen dari pagu dana desa yang diterima setiap kampung dialokasikan untuk menunjang operasional kepala kampung.

“Dana desa kalau boleh 10 persen untuk kepala kampung. Kalau tidak nanti kami curi uang rakyat dan kami kepala kampung semua masuk bui,” kata Korinus pada acara tatap muka dengan Bupati Bernadus Imburi dan Wakil Bupati Paulus Indubri dalam rangka kunjungan kerja ke distrik Rasiei di aula distrik Rasiei, baru-baru ini.

Korinus beralasan kepala kampung mengemban tanggung jawab yang paling besar dalam hal pengelolaan dana desa mulai dari perencanaan, penggunaan hingga pertanggungjawaban.

Salah sedikit saja dalam pengelolaan, taruhannya adalah penjara. Jadi sudah sepantasnya kepala kampung mendapat upah atau semacam imbalan atas tanggung jawab besar tersebut.

Namun Korinus mungkin lupa atau pura-pura lupa bahwa setiap bulan para kepala kampung sudah  mendapat honorarium dari Pemda. Di Kabupaten Teluk Wondama kepala kampung mendapat uang penghormatan sebesar 1,2 juta per bulan.

Itu masih ditambah dengan dana operasional yang dikucurkan lewat alokasi dana kampung (ADK). Untuk tahun 2017 misalnya, ADK yang diterima setiap kampung sebesar 500 juta lebih dari total ADK yang dianggarkan yaitu Rp.45 miliar.  (brv) 

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: