Ketua DPRD Kuro MR. Tan Matani (Pakai Topi China) Berfoto Bersama Para Pejabat dan Undangan Yang Hadir Pada Perayaan Imlek Ikatan Keluarga Tionghoa Teluk Wondama, Senin, 8 Pebruari

Anggap Kewenangan Gubernur, DPRD Tidak Persoalkan Kehadiran Penjabat Bupati

WASIOR, CAHAYAPAPUA.comSejumlah kalangan di Wondama menilai pelantikan Penjabat Bupati Teluk Wondama oleh Gubernur Papua Barat yang sedianya dilaksanakan pada Selasa kemarin terlalu dipaksakan dan disinyalir ada aroma politis di balik itu.

Pasalnya, tidak lama lagi Bupati dan Wakil Bupati terpilih akan dilantik. Bahkan, apabila benar pelantikan dilakukan pada bulan Februari ini, maka praktis Penjabat Bupati hanya bertugas kurang dari satu bulan.

Terlebih lagi, hal-hal yang berkaitan dengan pelantikan Bupati dan Wabup terpilih termasuk mempersiapkan kebutuhan mereka, hampir seluruh telah dikerjakan oleh  Sekda Teluk Wondama Jusack Karubuy yang merangkap sebagai Plh Bupati.

Kendati begitu, DPRD Teluk Wondama tidak mempersoalkan kehadiran Penjabat Bupati. Lembaga legislatif ini pun menyatakan tetap mendukung apa yang sudah menjadi keputusan Gubernur Papua Barat.

“Tidak masalah karena itu keputusan Gubernur, kami tetap nilai sah-sah saja. Walaupun  konsekwensinya Pemda harus siapkan fasilitas lagi untuk Penjabat Bupati mulai dari rumah maupun kendaraan, “ kata Ketua DPRD Kuro Matani di kantor DPRD di Rasiei, Selasa siang.

Selaku pimpinan lembaga, Kuro memandang kehadiran Penjabat Bupati tidak akan sampai menimbulkan perpecahan di dalam birokrasi Pemkab Teluk Wondama

“Kalau itu saya rasa tidak, karena Sekda akan kembali jalankan tugas sebagai Sekda dan Penjabat (Bupati) menjalankan tugas sesuai porsinya, “ ujar legislator dari partai Nasdem ini.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, Sekda Wondama Jusack Karubuy selaku Plh Bupati menyatakan tidak mempersoalkan hadirnya Penjabat Bupati. Karubuy justru mengaku senang karena tugasnya bisa menjadi lebih ringan. (BRV)