BPBD

Anggaran dan Peralatan Terbatas, Peran BPBD Wondama Belum Optimal

WASIOR, Cahayapapua.com—  Di daerah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi seperti di Kabupaten Teluk Wondama, peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi sangat vital. Namun berbanding terbalik dengan tingkat kerawanan bencana yang ada, BPBD Teluk Wondama sejauh ini belum bisa berbuat banyak lantaran keterbatasan anggaran dan peralatan yang dimiliki.

Kondisi demikian diakui oleh Bupati Bernadus A. Imburi. Kendati demikian, Imburi menegaskan keterbatasan anggaran dan peralatan tidak boleh menjadi penghalang. Banyak hal yang bisa dilakukan berkaitan dengan penanggulangan bencana tanpa perlu menghabiskan banyak uang. Kata kuncinya menurut Bupati adalah dengan membangun koordinasi lintas sektor.

“Perlu koordinasi yang baik antara BPBD dengan PU, Dinas Sosial dan instansi lain. Karena penangganan bencana itu lintas sektor, termasuk dengan Lingkungan Hidup (BLH),” ujar Imburi di Manado  di sela-sela kegiatan nulan Pengurangan Risiko Bencana tingkat Nasional, baru-baru ini.

Soal peralatan juga sarana lain yang dibutuhkan untuk penangangan bencana, menurut Bupati, Pemkab bisa mengajukan proposal ke pemerintah pusat. Dia berkeyakinan, dengan statu sebagai salah satu daerah rawan bencana di Indonesia, Teluk Wondama akan dapat perhatian.

“Kita perlu koordinasikan kondisi ini ke pusat sehingga perlu ada perhatian. Ada arahan dari kepala BPNP  (Wilem R.) bahwa 135 daerah
yang tergolong rawan bencana. Saya yakin pasti Wondama ada di situ. Dengan begitu kita harapkan ada perhatian dari pusat, pemerintah pusat juga tidak akan diam,” ucap mantan Kepala Biro Perlengkapan Pemprov Papua Barat ini.

Sebelumnya Kepala Pelaksana BPBD Ricky Kilmas menyebut pihaknya belum bisa menjalankan tupoksinya secara optimal karena terkendala terbatasnya peralatan juga anggaran.(BRV)

Tinggalkan Balasan